Konsekuensi "Ter-Membekas" Di Hati Anak


Kalau ortu marahin anak, sebenarnya harapannya anak tahu bahwa perbuatannya itu salah. Alih alih dengan kemarahan/ hukuman, ada cara lain yang bisa dipilih, yaitu konsekuensi natural. Harapannya konsekuensi natural buat anak belajar setiap perbuatan pasti ada akibatnya, sehingga di lain waktu anak lebih memilih perbuatan positif dibandingkan negatif. Anak jadi lebih bertanggung jawab dengan pilihannya, tidak lagi jadi baik karena takut dihukum. Contoh konsekuensi natural:

- Anak buang buang snacknya di lantai. Konsekuensi naturalnya anak akan skip snack di hari itu krn snack ia buang ke lantai
- Anak menolak beresin mainannya yang tergeletak di halaman rumah. Konsekuensi naturalnya mainannya akan rusak dan harus dibuang krn sudah nggak bisa dimainin
- Anak berkata kasar kepada adiknya. Konsekuensi naturalnya adiknya tidak akan mau main dengannya
- Anak berlarian di dalam rumah dan menabrak vas bunga milik ibu. Konsekuensi naturalnya anak bantu ibu beresin vas&menyisihkan uang jajannya untuk ditabung agar bisa mengganti vas yang pecah .

Namun ada kondisi dimana konsekuensi natural baru terasa dampaknya dalam jangka waktu yang lama, maka orangtua bisa memodifikasi kondisi ini. Buat konsekuensi logis (akibat) yang berkaitan dengan perilaku negatif anak saat itu. Contoh: .

- Anak memukul temannya di playground. Konsekuensinya orangtua tidak bisa percaya untuk melepas anak bermain lagi di playground, maka anak harus berada di dekat orangtua sampai orangtua merasa anak sudah cukup tenang dan siap bermain lagi. Orangtua harus menyampaikan dengan intonasi suara yang netral dan tekankan bahwa perilakunya tidak bisa diterima. Bisa juga dijelaskan konsekuensi jangka panjangnya: “kalau kamu pukul temanmu, temanmu merasa nggak nyaman, jadi lebih pilih main dgn anak lain”
- Anak tantrum setiap kali harus pulang dari rumah temannya. Konsekuensinya: di hari/minggu berikutnya tidak ada lagi main ke rumah temannya sampai anak bisa tenang ketika pulang dari rumah temannya.

Kunci utamanya: pastikan anak menangkap bahwa ada hubungan antara perilaku anak dengan konsekuensi yang muncul. Selamat mencoba! .

Salam,
Belinda Agustya, M.Psi., Psikolog

Posted By

0 comments