Ketika Anak Selalu Diatur (Micromanaging Parent)


Setiap dari kita memiliki apa yang namanya hati nurani. Hati nurani ini selalu membantu kita memilih jalan kehidupan. Ada saatnya, kita memilih jalan kehidupan yang salah.

Makin dewasa, hati nurani kita makin terlatih untuk memilih. Makin banyak hati nurani kita memilih, makin paham pula kita bahwa pilihan hati yang salah akan merugikan kita & orang yang kita cintai. 
Hati kita yang sering latihan memilih ini, makin lihai dalam memilih kehidupan benar dan menghargai proses memilih jalan hidup dan bersiap menanggung resikonya.

Bagaimana dengan hati nurani anak kita? Terkadang, karena kita MICROMANAGING, atau sangat dominan dalam menetukan keputusan kecil-besar hidupnya, ia jadi LUPA untuk mendengarkan hati nuraninya sendiri. Hati nuraninya jadi tidak terbiasa memilih karena sudah ada orangtua yang memilihkannya. Orangtua ini me-micromanaging semua pilihan hidup anaknya. Orangtua ini belum paham arti penting boundaries.

Saat anak jadi dewasa, ketika orangtua tak intens memutuskan, hati anak jadi “kebingungan” memilih & tak biasa kuat dlm menanggung resiko dari pilihannya sendiri. Jadilah ia orang dewasa yang “kebingungan”, lebih mudah salah menetukan pilihan, atau menghindar untuk memilih sebisa mungkin.

Hati nuraninya tidak “berkembang”, karena hati itu tidak pernah didengarkan pilihannya sejak kecil, selalu diatur oleh orang di luar dirinya.

Bukan berarti juga ia bisa memilih sebebas-bebasnya, seperti sekolah dimana. Batasa agama penting untuk menjadi “rem” keluarga. Latihan kecil dalam memilih sesuai usianya perlu dilakukan agar kemampuan hati nuraninya untuk memilih yang benar makin baik seiring ia bertambah dewasa. Terutama untuk anak LAKI-LAKI.

Untuk TK bisa dimulai dari menghormati pilihan bajunya setelah kita gambarkan situasi yang akan kita hadiri. Untuk SD-SMP bisa dimulai dengan les yang dia mau. Yang pasti, jangan biarkan hatinya mati atau tidak terlatih memilih benar.

Salam,
Psikolog Anak @devisani

Posted By

0 comments