Konsekuensi "Ter-Membekas" Di Hati Anak

Kalau ortu marahin anak, sebenarnya harapannya anak tahu bahwa perbuatannya itu salah. Alih alih dengan kemarahan/ hukuman, ada cara lain yang bisa dipilih, yaitu konsekuensi natural. Harapannya konsekuensi natural buat anak belajar setiap perbuatan pasti ada akibatnya, sehingga di lain waktu anak lebih memilih perbuatan positif dibandingkan negatif. Anak jadi lebih bertanggung jawab dengan pilihannya [...]

Ketika Anak Selalu Diatur (Micromanaging Parent)

Setiap dari kita memiliki apa yang namanya hati nurani. Hati nurani ini selalu membantu kita memilih jalan kehidupan. Ada saatnya, kita memilih jalan kehidupan yang salah. Makin dewasa, hati nurani kita makin terlatih untuk memilih. Makin banyak hati nurani kita memilih, makin paham pula kita bahwa pilihan hati yang salah akan merugikan kita & orang yang kita cintai.  Hati kita yang sering latihan m [...]

Teknik Validasi Perasaan Saat Anak Tantrum (Part II)

Karena buibukbapak udah ga sabar untuk teknik selanjutnya,ini dia special pake teloor ❤ Kisah nyata ibu yg sebelumnya tinggal di apartemen dan memutuskan pindah ke rumah krn sdh punya 2 anak balita. Si kakak ( 4 tahun) makin cranky,tiap pagi pasti ngomel "aku gak suka di rumah baruu!!". Si ibu tahu bawa anak anak memang butuh waktu untuk adaptasi bahkan dengan perubahan sekecil apapun, termas [...]

Metode Disiplin: Mengapa Bukan Time-Out?

Sejujurnya, kami tidak pernah menyarankan disiplin time-out KECUALI, orangtua diajari terlebih dahulu dibawah pengawasan KETAT kami. Mengapa? Karena salah time-out justru akan memperparah perilaku anak dalam jangka panjang dan merusak hubungan orangtua-anak. Beberapa alasan kuat lain adalah: 1. Pelaksanaan timeout terdiri dari beberapa langkah yang sistematis dan cukup rumit. Butuh panduan ahli untuk p [...]

Teknik Validasi Perasaan Saat Anak Tantrum (Part 1)

Mungkin ayah bunda sudah sering sekali dengar pembahasan kami tentang acknowledge feeling atau validasi perasaan saat anak tantrum di post kami sebelum sebelum ini.. Yang paling sering kami share adalah validasi perasaan dengan kata kata (contoh: "iya adek sedih pdhl masih mau main tp harus udahan) Nah ternyata teknik validasi perasaan ada berbagai cara, salah satunya validasi perasaan melalui ar [...]

Disiplin Yang "Auto-Pas" Buat anak

Dalam pengasuhan anak, kita seringkali mendengar kata konsisten. Bahwa konsisten itu penting diterapkan dalam pendisiplinan agar anak mengetahui ada aturan yang tidak bisa dilanggar anak. Sayapun setuju, untuk beberapa kondisi. . Misalnya ketika kondisinya membahayakan dan menganggu hak orang lain maka orangtua wajib konsisten pada aturan. Namun, jangan lupakan konteks dalam penerapan disiplin. Jangan [...]

Pergi Kerja Dengan Damai

Ibu yang harus pergi bekerja setengah hari dan harus menitipkan anak di mbak. Kasus pertama karena sudah buruburu, tidak ada briefing ke anak jauh jauh hari, tiba tiba di hari H langsung ajak ngomong anak (3 tahun) kalau ibu harus pergi. . Ibu​: “Billa, mama harus kerja mama pergi dulu ya, nanti sama bibi ya. “ Billa​: (air mata mulai menggenang) “nggak mauuuu, sama mama aja, HUAAA NGGAK!!” Ibu​: nanti ma [...]

Bukan Sembarang Memuji

“Pinter” “Good Job” “Makasih nak!” “Baik banget” Pujian-pujian di atas membuat hati anak terasa nyess ketika keluar dari mulut orangtuanya. Anak kecil akan “bekerja keras” untuk mendapatkan pujian orangtuanya. Namun, ada cara memuji lain yang bisa kita gunakan sebagai strategi untuk mendidik sikap anak. Contohnya: Jika kita bilang, “Binar, tadi kamu pinter deh di McD”. Pujian ini membuat anak merasa positif, [...]

Tabungan "Relationship" Anak

Setiap anak punya tabungan relationship. Tabungan ini isinya cinta, kasih sayang, kepercayaan dirinya, keberhargaan dirinya, rasa percayanya terhadap anda, keyakinannya bahwa andalah safe place baginya di dunia yang keras ini. . Tabungan ini ia bawa terus hingga ia besar nanti, yang membuatnya selalu menuruti perintah anda meskipun anda tidak berada disisinya, yang membuatnya bisa menghindari hal-hal n [...]

Momen Emas Latihan Menghormati Hak Milik Saat Anak Rebutan Mainan

Ibu yang “terjebak” dalam pertengkaran kakak (5 thn) yang tidak mau kasih mobil-mobilan yang sedang ia mainkan kepada adik (2 thn) yang mulai menangis dan berteriak karena ingin sekali bermain dengan mobilan itu. Yang terjadi ketika kakak HARUS mengalah: Kakak​: Adeek!! Kakak lagi main! Jangan gangguin kakakk! Adik​: Ibuuu… mau mobiiil… (mulai menangis dan nunjuk ke mobil punya kakak) Ibu​: Kakak, ngalah [...]

Gengsi Bicara Tentang Perasaan Dengan Anak

Kisah tentang Ibu X: “Saya dibesarkan di keluarga militer. Ini jadi membuat saya gak terlalu suka bicara tentang perasaan. Saya dokter hewan dan seorang yang suka sekali memikirkan solusi konkrit dari semua hal. Karena saya tipe orang yang selalu fokus pada solusi konkrit dan terencana, berempati pada hal-hal yang bersifat perasaan membuat saya tidak nyaman dan tidak biasa” Saat anak saya nangis atau la [...]

Adik Lebih Dominan?

Tidak jarang ada orangtua yang curhat sebaliknya “Kalau suka dengar kakak yang suka kasar ke adik karena cemburu, kalau anakku, kebalikannya, mbak, malah kakakknya yang baik banget, dipukul digigit diapain aja sama adiknya malah diem aja”Lalu bagaimana tips agar kakak bisa “survive” menghadapi adik, tanpa jadi ikutan kasar? . - Berikan contoh di hadapan kakak. Saat bersama adik yang sedang memukul, ibu [...]

Anak Duduk W

Apa posisi W sitting? Posisi saat anak duduk dengan lutut tertekuk dan telapak kaki mengarah keluar Kenapa anak duduk pada posisi ini? - Dibiasakan/dibiarkan pada posisi ini, karena ini adalah posisi yang paling mudah dilakukan oleh anak - Bila terjadi kelemahan panggul dan otot batang tubuh - Posisi ini juga posisi mengunci sehingga anak merasa super seimbang. Efek W sitting? - Merusak postur tubuh - Kaki me [...]

Bahagia Hakiki Versi Anak

Kalau kita pikir, jika dengan hadiah materil anak jadi bahagia...mungkin bisa tapi tidak bertahan lama. Coba kita pikirkan lagi.. Keinginan-keinginan material seperti mau mainan lagi, mau ke mall lagi, mau ini dan itu seringkali merupakan “pelampiasan” dari kebutuhan-kebutuhan emosional mendalam yang belum terpenuhi. Seperti, kebutuhan untuk diakui keberadaannya, dihargai dan diterima kekurangannya lalu [...]