Teknik Saat Anak Tidak Tepati Janji (untuk usia >5 tahun)


Kita ambil contoh kasus ibu Andin (nama samaran) yang punya anak laki-laki, sebut saja Dito (6 tahun), yang selalu berjanji akan kerjakan PR namun tidak pernah ditepati. Apa yang harus dilakukan? 

- Selalu ingat untuk acknowledge feeling anak terlebih dahulu di awal percakapan. Terima perasaan anak bahwa memang sangat tidak menyenangkan rasanya harus bikin PR sedangkan banyak temannya di komplek yang tidak ada PR dari sekolah dan mengajaknya main. Katakan “iya sebel ya mas, sampai rumah hrs bikin PR, rasanya duhh pengen direbus aja ya PRnya dalam panci ya nak!” Biarkan anak mengeluarkan “uneg-uneg”nya.

- Setelah anak tenang, mulai ajak berpikir untuk mencari solusi menang-menang. “Kita butuh cari solusi deh mas, kan nggak mungkin kamu ga kerjain PR, nanti gurumu mau nulis nilai jadi bingung.. Apa ya solusi yang bisa kamu pikirin?” Dengan mengajak anak mencari solusi bersama, setidaknya ia merasa pendapatnya dihargai. Terima dulu saja solusi dari anak meskipun tidak masuk akal. Lalu setelah itu baru seleksi solusi bersama-sama.


 - Solusi yang bisa ditawarkan:
1. Mas mau langsung kerjain PR pas pulang sekolah atau mau main dan makan dulu baru kerjain PR?
2. Gimana kalau mas main dulu sebentar, trus kita kerjain PR sama sama abis makan malam?
3. Mas mau coba gak sambil dengerin musik trus kerjain PRnya?
4. Mas mau sambil makan snack pas ngerjain PR ataau pas selesai kerjain PR, nanti mama bikinin omelette keju kesukaan mas?

Psikolog Anak Belinda Agustya,M.Psi
(Ide tulisan: Buku “How To Be The Parent You Always Wanted To Be” & “PET”)

Jika merasa butuh untuk bertanya kepada psikolog anak tentang hal ini, bisa melakukan #KonsultasiOnlineRC via WA Call 😊😊.

Posted By

0 comments