Setenang Itu Saat Anak Tantrum


Arsi (4thn) jarang tantrum. Tapi hari ini ia marah tidak diberikan eskrim oleh mama, sebab ia sedang batuk.

Respon pertama
👧🏻:”MAU ESKRIM!” (teriak&nangis)
👩🏻‍🦱: “Kamu lagi sakit gak boleh nak. Kalau sakit disuntik dokter mau?” (Saat anak sedang emosi, logikanya akan sulit “diajak” berdiskusi) 👧🏻:”MAU ESKRIM!!!
👩🏻‍🦱:”Enggak.liat tuh. Gajahnya gede banget. Kita lihat gajah yuk. Diem dulu kalo mau” (teknik mengalihkan perasaan. tidak mempan untuk anak diatas 2tahun. Jika pun mempan, perasaan negatif anak masih ada di hatinya. Tidak terventilasi. Nantinya, tantrumnya akan lebih sering. Ibu pun panik. Anak belajar “wah ibu panik kalau aku nangis.”

Respon kedua.
👧🏻:”MAU ESKRIM!” (berteriak& menangis)
👩🏻‍🦱: (Bernapas sambil mempersiapkan sabar,tahu bahwa tantrum ini akan panjang).
👩🏻‍🦱: (Mulai menggiring Arsi ke tempat yang berduaan saja,mobil/kamar,untuk meminimalisir panik karena tatapan “judging” orang lain. Fokuskan pikiran: saat anak tantrum, ini bukan tentang kita yang tak beres mendidiknya,tapi tentang ia yang memang otaknya sedang belajar untuk bisa meregulasi emosinya. Fokes. Ini kesempatan EMAS melatih mengatur emosi negatifnya.).
👧🏻:”HUWAA....MAU ESKRIMMM!!!!
👩🏻‍🦱:”Iya nak...pengen eskrim ya rasanya..tapi lagi sakit.”(Konsisten tidak memberi. ucapkan sedikit kalimat.Nada suara tidak menye2. Netral & tenang saja. Keluarkan Teknik Acknowledge Feeling Anak spt kalimat di atas. Hindari meninggalkannya. Ia butuh orang yang mau menemaninya melalui saat “buruk”).
👧🏻:(menangis kencang)
👩🏻‍🦱:(tetap disampingnya, merangkul jika ia tidak memukul). “Ya nak, kesel mama gak kasih eskrim...”. (Teknik Acknowledge Feeling, suara tetap netral menenangkan).
👧🏻:(masih menangis)
👩🏻‍🦱:”He-eh.Iya”(Elus tangannya. Teknik Bahasa Tubuh yang mengatakan “I’m here sayang. It is hard to have that big feeling”).
.
Nada suara penting. Jika menye-menye atau panik, nangis anak jadi lebih “dibuat-buat“. Pastikan anak mendapat pesan “Orangtuaku gak panik ya kl aku nangis”.
.
Temani hingga reda menangis.Hatinya lega krn tidak banyak memendam emosi negatif (sudah terventilasi).Ia jadi lebih kooperatif&jarang tantrum.PLUS,melihat kita sbg sosok terpercaya, membantu melewati good&bad times.

Posted By

0 comments