Saat Kakak Selalu Diminta Mengalah


Kalau kita lagi pakai pensil. Tiba-tiba ada yang datang kemudian merebut pensil kita tiba-tiba. Dia bilang “Saya mau, kamu udah kelamaan pakainya”. Tentu kita akan kesal. Sebagai orang dewasa, kita pasti akan meminta dia menunggu sebelum merebut pensil itu. Saat kita sudah selesai pakai, kita akan memberikan dengan sukarela dan senang hati.


Hal ini berlaku juga untuk anak. Anak tersebut akan memberikan mainan (atau hal lain) jika ia sudah selesai. Inilah konsep bergantian. Yang sering terjadi adalah kakak diminta mengalah untuk memberikan kepada adik yang sedang menangis agar nangisnya berhenti. Apakah hal ini tepat? Menurut saya kurang, karena:
👶🏻mengajarkan adek, kalau aku nangis, aku bisa dapat mainan kakak
👶🏻adek merasa apa yang aku mau sekarang lebih penting drpd perasaan orang lain
👦🏻kakak merasa mama lebih sayang anak lain
👦🏻 kakak berpikir,”ternyata begini rasanya sharing. Sharing itu gak enak dan bikin aku marah”. Dengan meminta kakak mengalah, tidak sadar kita malah menanamkan bahwa berbagi itu identik dengan rasa marah dan gak enak.

Kemudian bagaimana? Meminta adik menunggu giliran dan bilang kakak lagi pakai dan adik main yg lain dulu. Adik ngamuk? Pasti, tapi pelan-pelan. Lama-kelamaan anak akan merasakan haknya dilindungi oleh orangtua. Dengan mereka merasa aman seperti itu, rasa ikhlas memberi dan dermawan pun akan terbentuk di kakak dan di adik. Butuh proses?Pastinya. Tapi bukan tidak mungkin.

Jik butuh untuk bertanya tentang masalah ringan seputar kakak-adik bisa melakukan konsultasi online dgn psikolog anak kami via WA Call 😊😊. #konsultasiOnlineRC


Bunda-ayah yg pernah menjadi “kakak yg selalu mengalah” mana suaranya?? 😬😬Silahkan “curhat” di kolom comment ya 👇👇

Psikolog Anak @devisani

Posted By

0 comments