Kukira Anakku Nakal, Ternyata...


Samy, 3 thn sedang main mobil-mobilan. Ayahnya mau ikut bermain bilang “Oo mobilnya bagus..dibelokin ke kanan..ke kiri, cepet banget!”. Tapi Samy cuek. Ayah coba lebih heboh, “tangan papa jadi terowongan. Masuk sini!Ayoo sini!”. Anak tetap cuek, ayah jd frutrasi dan merebut mobil, disembunyukan di belakarang punggung. Samy jadi ngamuk.

Apa yang terjadi? Apakah samy nakal atau ayah yang tidak bisa mengajak anak main? Ternyata tidak keduanya. Samy mengalami keterlambatan bahasa reseptif dan ekspresif, ia jadi tidak paham bahasa ucapan dan bahasa tubuh, gerak-gerik ayah, meskipun bahasa tubuh ayahnya canggih. Ayah perlu diarahkan untuk berinteraksi secara lebih sederhana untuk mendapat respon dari Samy.

Disini kita bisa melihat bahwa masalah dalam perilaku anak tidak melulu karena kesalahan orangtua yang kurang sabar atau kurang paham menerapkan ilmu parenting. Tapi lebih kepada proses fisik anak tersebut yg terberi dari lahir.

Kemudian ada yg mengatakan bahwa pengasuhan anak yang terbaik adalah mengikuti insting orangtua. Ada benarnya, tapi baik diterapkan pada anak yang tidak ada keterlambatan perkembangan. Contoh kasus, seorang anak sangat minim interaksi,sulit diajak bermain padahal orangtua sangat baik bermain dan menerapkan pengasuhan amat positif. Karena percaya pd insting minus ilmu, orangtua menganggap perilaku anak ini hal biasa yang nanti juga akan bisa sendiri. .
.
Alhasil anak ini baru dibawa pemeriksaan tumbuh-kembang di usia 7 tahun saat orangtua sudah merasa tidak ada kemajuan sedikit pun. Jika saja anak ini dibawa di usia 2 tahun tentu penanganannya akan lebih optimal. Memang betul percaya pada intuisi sebagai orangtua itu baik, namun jika dirasa perkembangan atau interaksi anak lebih lambat dari anak seusianya, baiknya segera diperiksakan tumbuh dan kembangnya, karena makin dini penanganan, kemungkinan u/ berubah makin besar. .
.
Setelah dipastikan tidak ada keterlambatan atau pun masalah sensori, baru deh bisa lebih tenang dan bisa menerapkan berbagai teknik. Karena yang menulis ini pun anaknya ada kebutuhan khusus,jd kupaham kadang kita merasa perilaku anak kita begitu hanya krn pengasuhan padahal tidak dear. Ada peran keadaan fisik juga.😊😊

Posted By

0 comments