Agar Anak Mau Mengakui Perbuatannya




Kisah ibu yang terpancing emosi karena anak berbohong .


Ibu​: Siapa yang pecahin vas bunga ini? Adek ya??
Dida​: Bukan aku!
Ibu​: Adek ga boleh bohong! Ayo ngaku!
Dida​: IIhh bukan aku maaaa!!
Ibu​: Kamu kok kecil kecil uda suka bohong! Mama lihat tadi kamu senggol vasnya, kamu udah nggak boleh lagi main ke luar rumah, biarin aja!
Dida​: Mama Jahat!! .

Kisah ibu yang dengan sabar membuat anak akhirnya mengakui kesalahannya

Ibu​: Mama lihat tadi adek lempar bola dan pecahin vasnya
Dida​: Ma, itu bukan akuuu! Beneran maaa!
Ibu​: Mama tahu banget kamu sebenarnya nggak sengaja pecahin vasnya, gak mau pecahin vas mama. Mama sedih banget, mama berharap kamu gak tergoda main bola di dalam rumah. Sekarang gimana ya caranya biar kita bisa bersihin belingnya?
Dida​: aku ambil sapu ya ma… .

Dari dialog diatas terlihat ibu tidak fokus pada kebohongan anak namun pada solusi. Ibu juga tidak fokus menyalahkan anak namun fokus mengungkapkan apa yang ia rasakan terhadap perbuatan anak, setelah itu menawarkan solusi yang bs dilakukan bersama sama. Ini lebih efektif dibandingkan fokus memarahi anak dan pada akhirnya anak tidak belajar apapun dari kesalahannya.

Jika butuh untuk tahu teknik-teknik sederhana lain dalam menghadapi anak bisa melakukan konsultasi online bersama psikolog anak kami melalui WA Call. Bisa mendaftar melalui nomer di bio ya 😊😊. #KonsultasiOnlineRC

Selamat mencoba ya , ayah dan bunda.
Psikolog Anak Belinda Agustya,M.Psi,Psikolog

Sumber: How To Be The Parent You Always Wanted To Be by Adele Faber & Elaine Mazlish

Posted By

0 comments