Teknik Stimulasi Bahasa Sederhana


Kisah mama yang telaten “memancing” anaknya untk bicara dan Arsya (1 tahun 8 bulan).
πŸ‘ΆπŸ»: (memandang bonekanya di atas meja. Berpikir bahwa ia tidak bisa mengambilnya karena meja tinggi.)
πŸ‘©πŸ»: (mama menyaksikan dari dekat. Menahan diri dari menolongnya. Menunggu hingga Arsya berinisiatif berkomunikasi meminta tolong)
πŸ‘ΆπŸ»: (mulai bersuara seperti minta tolong) “Bill....bill...bill” (maksudnya ambil)
πŸ‘©πŸ»: “Arsya mau apa?”(Mengeluarkan Teknik Pura-pura Tak Paham agar komunikasi makin panjang.)
πŸ‘ΆπŸ»: “Tu...tuu...tuu....”(maksudnya Itu)
πŸ‘©πŸ»: “Apaaa?” (Mulai mendekat ke TKP dan melihat ada dua benda di atas meja: Boneka dan Gelas. Kembali memakai Teknik Pura-Pura Tak Paham. Meskipun tahu Arsya mau boneka tapi ibu pura pura tak paham mana benda yang Arsya mau dan memegang kedua benda di tangan ibu sambil ditunjukkan ke depan mata Arsya).
πŸ‘©πŸ»: “Arsya mau apa? Boneka ? Gelas?” (Kedua tangan ibu memegang kedua benda tersebut sambil memperlihatkan ke Arsya. Tunggu sampai anak mengeluarkan kata seperti “ka..ka..ka” boneka maksudnya).
πŸ‘©πŸ»: (Ulangi lagi dengan gerakan lambat) “yang mana nak? Booooneekaa? Atauu Geeeelasss?” (Perlihatkan di depan Arsya)

Di sini kita lihat ibu melakukan dua hal yaitu:
1. Dia tidak cepat-cepat memberikan apa yang bayi minta, menunggu bayi memintanya
2. Dia berpura-pura tak paham akan apa yang bayi mau, dan sengaja memberikan dua pilihan barang pada bayi. Meskipun ibu sudah tahu bayi mau yang mana.

Jika bayi mulai mengeluarkan suara sedikit bisa diberikan. Jika pun ia lama-lama mengamuk dn tetap tidak mau menjawab, tidak apa berikan saja. Kita coba terus lain kali 😊😊. Jangan menyerah.

(Ide tulisan: Greenspan)

Posted By

0 comments