Kebutuhan Terdalam Anak


Salah satu reminder yang saya suka bilang ke orang tua adalah : anak tahu yang ia mau. Namun belum tahu apa yang ia butuh. Misalnya, ia tahu kalau ia tuh maunya permen. Maunya coklat. Maunya mainan. Tapi apa memang dia butuh itu? Lebih butuh mana sebenarnya : perhatian dari orang tuanya saat bermain atau mainannya itu sendiri. Ya sebenarnya.. perhatian orang tuanya. Namun itu dia masalahnya, ia belum tahu akan hal itu. Ia belum aware akan apa yang ia butuh. Nah.. disitulah tugas orang tua. Menjadi peta dan mengarahkan anak. Untuk tahu apa yang anak butuhkan. Agar anak mendapatkan apa yang ia butuhkan secara tepat. .

Agar ia terbiasa, dan nantinya saat dewasa pun ia sudah terlatih membedakan kebutuhan dan keinginan. Sehingga mampu mendahulukan kebutuhan di atas keinginan. 
Mungkin ada perasaan tidak tega dari orang tua, saat tidak menuruti apa yang anak inginkan. Mendengarkan dan melihat anak menangis meraung-raung saat keinginan tidak dituruti. Namun jika dipikirkan lebih dalam dan lebih jauh ke depan. Akan jauh lebih kasihan saat anak terus-menerus mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia tidak akan belajar untuk menjadi puas. Ia akan terus mencari dan mencari tapi selalu ada yang kurang. Mengapa? Karena yang diinginkan tidak dapat menggantikan apa yang dibutuhkan. 
Karena sebenarnya kebahagiaan itu sederhana. .

Namun terkadang, sebagai orang dewasa pun kita terkadang lupa. Bahwa yang dibutuhkan anak adalah hal-hal sederhana semacam perhatian, pelukan, tertawa bersama. Dan bukan berbagai hal-hal mahal yang untuk meraihnya pun mungkin di luar standar dan kemampuan orang tua. 
Yuk orang tua, belajar mengenali dan membedakan kebutuhan & keinginan anak. Menjadi peta agar anak tidak tersesat dalam kehidupan ini. 

Salam,
Devi Raissa, M.Psi., Psikolog

Posted By

0 comments