Jauh Lebih Penting Dari Semua Teknik Disiplin



Sebagian besar klien datang untuk menanyakan teknik disiplin, teknik mengatasi tantrum, teknik membuat anak nurut dan hal semacam itu. Bahkan bertanya SOP (Standard Operating Procedure) dalam mengasuh ananda tercintanya. (Macam di kantor saja 😬😬)

Namun saya tidak bisa memberikan teknik yang mereka mau, sebelum saya bisa memastikan orangtua tsb telah membangun CONNECTION yang dalam dan bermakna dengan anandanya di rumah. 

Mengapa CONNECTION ini begitu penting? Karena saya percaya bahwa semua manusia, termasuk anak kita, secara naluriah memiliki insting utk mengikuti arahan atau nurut kepada sosok yg disayangi oleh hatinya tanpa perlu diajari, dan semua manusia secara manusiawi, akan melawan jika dikontrol. Connection adalah fondasi dari parenting.

Sehingga amat penting untuk menjadi sosok yg dekat di hati anak kita, menjalin koneksi dengan hatinya. Dengan membiasakan connection ini, ia akan secara sukarela menuruti perintah dan aturan kita tanpa perlu banyak teknik dan SOP. .

Bagaimana membangun connection yg lebih dalam?. Sedehana saja. Saat kita lebih memilih mendengar imajinasinya dibanding mengecek sosial media saat itu anda sedang membuat connection. Saat anda menemaninya tantrum tanpa memaharinya dan tanpa menyuruhnya utk dian, saat itu anda sedang membuat connection. Atau sesederhana menatap matanya dan mendengarkan tanpa buru2 ingin memberi nasihat ketika ia sedang menceritakan harinya, connection akan terjalin. .

Sayangnya tidak banyak yg percaya akan besarnya efek dari menjalin connection. Dr.Markham mengatakan anak tidak akan pernah menerima arahan dari kita tanpa didahului oleh connection yg dekat dan dalam. Kehangatan dari connection inilah yg membuat "pekerjaan" sbg orangtua terasa lebih ringan dan anak mengikuti perintah kita, saat kita ada atau tidak disampingnya (internal self-control). .

Jika punya pertanyaan tentang hubungan dengan anak bisa melakukan konsultasi online dengan psikolog anak kami via WA Call. (Konsultasi online tidak bisa menggantikan konseling bertemu langsung dengan psikolog).

Salam,
Devi Sani, M.Psi., Psikolog

Posted By

0 comments