Dialog Saat Kakak Pilih Kasih


Kisah Aidan (7tahun) dan ibu yang selalu memakai logika dan mengabaikan perasaan. .
.
🧑🏻: “Mah, mama mah gitu gak pernah baik sama aku. Ade terus yang diperhatiin.“
🧕🏻:”Mama pasti baiklah sama kamu. Kapan mama gak pernah baik. Mama sama aja kok sayangnya gak pernah beda-bedai..”
🧑🏻:”Ah!! Mama gitu”
🧕🏻:”Udah tidur aja sana”

Lihat, di atas orangtua seringkali buru-buru mau defense atau memberi nasehat/solusi. Jarang sekali orangtua yang bisa menahan diri untuk refleksi perasaan anaknya dulu. Hal ini cukup bahaya karena Aidan akan merasa bahwa mamanya tidak peduli pada perasaannya. Next time, dia akan kunci mulut dan inilah awal anak tumbuh menjadi remaja yang jauh dan berjarak dengan kita. Hanya dekat saat minta uang saja. Jika saja, percakapan dirubah menjadi seperti ini: .
.
🧑🏻: “Mah, mama mah gitu gak pernah baik sama aku. Ade terus yang diperhatiin.“
🧕🏻: (Pertama, Awali dengan teknik Bahasa tubuh empatik: Mendekati Aidan, memeluknya sambil mengusap punggung Aidan dan menatap mata dengan hangat. Kedua, keluarkan Teknik Refleksi Perasaan Anak. Dengan nada suara mengayomi bilang)” Berat ya nak jadi dirimu kadang. Mama tidak akan pernah melupakan kamu barang sebentar aja. Pikiran mama selalu dipenuhi dengan mikirin kamu. Aidan harus tahu ya nak, YOU ARE ALWAYS SPECIAL for me”. (Sekarang biarkan Aidan mencurahkan semua ceritanya. Cukup dengarkan dan sesekali “Hmm...hmm...”)
🧑🏻: (Mulai bercerita apa yang ia rasakan. Badannya terasa mulai rileks. Rasa cemburunya mulai terasa terlegakan dan “menguap” setelah tahu bahwa mamanya peduli pada apa yang ia rasakan)
🧕🏻:”Oke sekarang mama bisa lihat masalah kamu dimana”. (Rangkum jadi poin-poin masalah anak). “Besok, karena skrg sudah malam sekali, kita akan cari ide sama-sama gimana caranya biar kakak merasa mama sama sayangnya kaya ke ade ya” .

Besok, baru ditanyakan problem solvingnya kepada anak. Penting diingat: Satu, jika anak sedang kesal, logikanya kadang gak berjalan. Jadi di moment itu, refleksi dulu perasaannya,baru problem solving. Kedua, ada masa-masa teknik ini “gak mempan”. No worries, your love and attunment is all that matters.
(Ide tulisan: Siegel&Bryson)

Posted By

0 comments