Contoh Percakapan Memperbaiki Hubungan Setelah Kelepasan Membentak Anak


Kisah ibu yang menyesal sudah membentak anaknya.

🧕🏻:” Kak sikat gigi yuk udah malem nih”

. 👦🏻: ( Asik main sendiri. Tidak sama sekali mendengar)

. 🧕🏻: (Nada mulai meninggi akibat kelelahan pulang kantor). “KAKAK!! Denger gak si kak, sikat gigi kak. Cepetan!!”


👦🏻:”Tapi aku masih mau main”(sambil lanjut main)

 🧕🏻:(Akibat kelelahan ditambah PMS, hal sepele jadi dianggap besar)”SE-KA-RANG!!”

. 👦🏻:(Jadi ikut emosi karena kangen sama mamanya. Seharian belum main bareng. Tapi malah dimarahin 😞😞)”AKU LAGI MAIN!!!”

. 🧕🏻:”KAKAK!APA SUSAHNYA SI SIKAT GIGI SEBENTAR TERUS MAIN LAGI. UDAH DEH, MAMA GAK MAU SAMA KAKAK LAGI”.

 👦🏻:(Mulai menangis)

. 🧕🏻:(Mulai menyesal terbawa emosi. Menarik napas dan menyadari bahwa kemarahan ini datangnya dari kelelahan. Bukan semata-mata karena kesalahan anak. Disini diam sejenak. Bernafas dalam beberapa kali. Mantranya adalah:”STOP,DROP,BREATH”, ulangi terus dalam hati). Jika sudah tenang lanjutkan 👇👇

. 🧕🏻: “Oops. Mama tadi suruh kamu sikat gigi terus kakak gak dengerin mama terus mama jadi mulai bentak kakak. I’m sorry. Mama ulang lagi ya ngomongnya baik-baik.(Gunakan Teknik “Merunut kembali kejadian tadi”, agar anak menyadari salahnya dimana. Kemudian masuk pada Teknik “Do-Over” atau mengulang kembali kata-kata dengan lebih tenang dan tidak bentak).

. 🧕🏻: (Disini gunakan teknik “Bahasa Tubuh Mengayomi”. Teknik ini penting dilakukan untuk menegaskan pada anak bahwa kita sedang serius. Caranya: Berlutut agar tinggi setara dengan anak. Tarik napas bersiap gunakan nada suara yang hangat. Lihat lurus ke mata anak dengan hangat juga. Sentuh lengannya. Bahasa tubuh seperti ini penting untuk menegaskan pada anak bahwa apa yang akan kita katakan berikutnya PERLU untuk didengar). “Oke nak, kita ulang lagi ya. Kita sudah mau tidur, berarti waktunya sikat gigi. Kita perlu ngelakuin apa ya kak biar kakak mau sikat gigi sekarang?”

Teknik ini baik dilakukan untuk menginterupsi diri kita untuk tidak berlanjut menunjukkan kemarahan yang lebih besar lagi pada anak.

Posted By

0 comments