Tidak Ada Orangtua Yang Sempurna


Kadang secara tidak sadar karena kekhawatiran diri yang berlebih, kita jadi berlebihan juga mengoreksi kesalahan yg sedang anak lakukan. Setelah itu terjadi, baru deh menyadari “tadi aku kok lebay banget ya melarangnya atau memarahinya”. Rasanya menyesallllll kemudian.

Namun kemudian, dalam banyak buku-buku psikologi anak dan parenting disebutkan bahwa “apakah yang menjadi pembeda antara orangtua yang peduli pada anak dengan yang neglect (membiarkan)?”. Jawabannya adalah orangtua yang peduli tetap akan melakukan kesalahan saat mengasuh pada suatu waktu dalam hidup mereka, namun setelah itu mereka:
1. sadar itu salah, 
2.kemudian berbesar hati meminta maaf pada anak mereka kemudian, 
3. lalu melanjutkan hidup sebagai orangtua dengan berusaha lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya untuk tidak “selebay” dan sebaper itu ketika memarahi dan mengoreksi anaknya.

Bisa dilihat bahwa sebenarnya ilmu psikologi anak itu bukan tentang menjadi orangtua sempurna yang gak pernah marah, tapi tentang ketika menjadi orangtua yang kemudian pernah berbuat kesalahan pengasuhan, orangtua tersebut menyadari dan berusaha keras tidak melakukan lagi. Memang kita perlu memberi batasan pada anak, but it doesn’t mean you have to be mean parent.

Agar anak tidak kapok mencoba, mintalah maaf jika respon kita saat mengoreksinya berlebihan. Sehingga ia masih tetap mau mencoba dan akhirnya mandiri.

Take care of yourself parent,
Psikolog Anak Devi Sani
_____________
Merasa perlu mempelajari skill-skill pengasuhan positif dengan langsung dipraktekkan bersama psikolog anak? Bisa mengikuti #ProgramInteraksiPositifbersama psikolog anak kami.

Posted By

0 comments