Salah Kaprah Disiplinkan Anak


  • Beberapa orangtua menganggap disiplin positif itu menjadi orangtua yg selalu senyum di depan anak dan selalu ikut kemauan anak. Padahal bukan itu. Disiplin positif itu adalah saat orangtua percaya bahwa cara dia menasehati baik-baik ini pasti akan lebih membekas dihati anak dalam jangka waktu lama dibandingkan dia harus memukul dan mencubit

  • Juga saat orangtua tetap bisa memberi batasan atau limit dengan nada suara yg serius dan konsisten atas batasan yang sudah orangtua tetapkan

  • Seringkali ada orangtua yang saya istilahkan galak tapi memanjakan. Contohnya saat anaknya merengek minta belikan mainan di mall, dengan nada membentak orangtua akan bilang gak boleh beli mainan. Tapi makin lama karena nangisnya makin kencang, akhirnya diberikanlah keinginan anak tersebut tapi orangtua masih dengan nada suara galak memenuhi permintaan anaknya “Yaudah!!!!!diem-diem, mama belii, awas yaa kalau minta-minta lagi”. Ini contoh yang tidak konsisten. Suaranya tegas agak bentak pas ngelarang. Tapi ujung-ujungnya anaknya dikasih apa maunya. Ini yang berbahaya dan sama sekali bukan makna disiplin positif.

    Lalu ada orangtua kedua. Di mall juga. Anaknya nangis-nangis minta mainan juga. Suara orgtuanya biasa aja bahkan lembut, sambil bilang “Tetep gak boleh ya nak, perjanjian sebelum pergi kan gak beli mainan”. Anaknya meronta-ronta juga gak dikasih tapi sama orangtua ditemenin nangisnya, gak dibentak, malahan dipeluk, malahan lagi sambil bilang “iya nak kesel ya mama gak kasih mainan, tapi tetep gak boleh ya”. Tenang banget nada suaranyanya orangtua ini dengerin amukan anaknya. Tapi dengan sayang dan keteguhan hati orangtua ini, dia tetap kasih limit bahwa anak itu gak beli mainan.

    Saya percaya bahwa fitrahnya tidak ada anak yg terlahir nakal di dunia ini. Yang ada hanya dua:

    1. Anak yang tidak dipenuhi kebutuhan emosional sehingga hati nuraninya “protes” dan keluar dalam bentuk perilaku negatif.
    2. Anak yg punya kebutuhan sensori tertentu, sehingga orang yg tidak paham mengecap dia anak nakal.
    Jika merasa tidak tahan dengan perilaku negatif anak, bisa melakukan #CekUpIkatanEmosional dg psikolog anak kami

    Salam,
    Devi Sani., M.Psi., Psikolog

    #antibentakclub

Posted By

0 comments