Memupuk Kemandirian Sejak Bayi


Ada yang beranggapan bahwa jika bayi (0-1thn) selalu diladeni tangisannya maka ia akan menjadi cengeng nantinya atau manja, tidak mau mandiri. Tapi pada kenyataannya selama kuliah menjadi psikolog anak, saya diajarkan hal yang berbeda, khususnya untuk bayi-bayi yang baru lahir ini. .

Pada penelitian-penelitian dari setiap keluarga hampir di seluruh negara menyimpulkan bahwa orangtua yang berespon dengan tanggap, tenang & hangat pada tangisan bayi (terutama bayi di usia 0-8 bulan) kemudian orangtua tersebut mencari tahu kebutuhan bayi itu apa justru akan membuat bayi-bayi tersebut lebih cepat bisa mandiri saat beranjak besar nanti.

Mengapa bisa seperti itu?. Disebutkan bahwa bayi-bayi yang direspon tangisannya dengan responsif dan hangat oleh orangtuanya akan membuat bayi merasa aman. Ketika bayi sudah merasa aman, ia jadi lebih berani mengekplorasi lingkungan di sekitar dia. Bayi yang lebih banyak mengekplorasi tentu lebih banyak juga informasi yg bayi itu dapatkan, artinya lebih banyak belajar bayi tersebut.

Sebaliknya, bayi yang jika menangis tidak direspon. Diabaikan oleh orangtuanya. Bahkan dia menangis teriak pun diabaikan. Hal ini membuat bayi merasa hidup di dunia yg tidak peduli akan kebutuhannya. Bayi jadi merasa tidak aman. Kalau bayi merasa tidak aman, bayi akan lebih sibuk untuk merasa ketakutan dan mencari-cari rasa aman. Dalam keadaan tidak pasti seperti ini, sulit bagi bayi untuk bisa fokus mengekplorasi mainan di sekitarnya dgn optimal, semahal apa pun mainan yg disediakan orangtua.

Salah satu hal yang bisa mengembalikan rasa aman pada bayi adalah dengan aktivitas banyak sentuhan hangat pada bayi akan membuat bayi merasa aman karena terpenuhi kebutuhannya akan nurturance atau kebutuhan untuk dirawat dan dikasihi.

Merasa butuh untuk tahu aktivitas apa lagi yang bisa menyuburkan bonding dengan bayi/anak/remaja jika orangtua terpaksa bekerja, LDR atau pun adopsi? bisa melakukan #ProgramBondingBoosterbersama psikolog anak kami. Silahkan hub via WA yang ada di bio instagram

Selamat bermain Keluarga Indonesia! 
Psikolog Anak Devi Sani

Posted By

0 comments