Latihan Menjadi Orangtua Tegas Dengan Cinta


Disiplin yang tepat untuk bayi adalah dengan memberikan arahan dan batasan pada perilakunya DEMI keamanan dan keselamatan mereka. Bukan DEMI tenangnya kecemasan orangtua semata (mana suaranya tipe orangtua pencemas?). .

Mengapa? Karena di usia 0-13 bulan ini, merupakan masa-masa awal bayi mengenal dunia dan proses belajar bayi adalah ketika bayi itu memegang, mendengar, melihat dan bergerak benda sungguhan serta berinteraksi dengan manusia(bukan orang di TV atau screen lainnya yg hanya 1 arah komunikasi ). 

Maka di fase penting 0-1 tahun inilah bayi membutuhkan orangtua yang mendengarkan, menenangkan dan mengarahkan ke aktivitas yang tidak berbahaya tapi tetap membuat bayi bisa eksplor dengan puas.

Caranya? Berikut contoh percakapan dengan bayi. Ha? Percakapan? Memang bayi sudah mengerti? Jawabannya: Pertama, meskipun bayi belum mengerti kalimat panjang, tapi dia bisa menerka dari nada suara kita saat menyampaikannya, apakah orangtuanya menyampaikan dengan galak atau empati serta tegas dengan cinta. Kedua,kebiasaan ini juga sebagai latihan orangtua agar terbiasa memberi batasan pada anak dengan cara cinta dan empati, tanpa perlu bentak. Ingat prinsipnya, anak yang suka dibentak, makin lama tidak akan mempan dibentak lagi.

Kuy kita lihat Kisah Mama yang sedang Belajar Tegas Dengan Cinta bersama bayinya
Situasi:

Bayi berusaha meraih lampu yang panas krena penasaran. Biasa bayi memang suka penasaran dengan hal baru.
πŸ§•πŸ»: “Dede, setrum nak “(sambil menjauhkan kabelnya)
πŸ‘ΆπŸ»: (Bayi ini sudah memperlihatkan bakat keteguhan prinsip, ia tetap ingin memegang. Ia pun merengek minta).Aaaa...Maaaa..Aaa πŸ§•πŸ»: “Ade mau mainin kontak? Ade penasaran iya?” (Keluarkan jurus empati tapi tetap membatasi) πŸ‘ΆπŸ»: (nangis..)
πŸ§•πŸ»: “iya, kamu marah, mama larang ya...sini mama peluk dulu. Tapi tetep gak boleh ya” (sambil menjauh dari stopkontak).
πŸ§•πŸ»: “Nanti kalau udah berhenti nangisnya kita pegang tali aja yuk. Taaaaliii” (Jurus ke-2 berikan alternatif perilaku lain yang ”aman”).

Posted By

0 comments