Disiplin Minus Hukuman


Penelitian demi penelitian telah menunjukkan bahwa hukuman malah akan menambah buruk perilaku pada anak, jika tidak sekarang tentunya dalam jangka waktu panjang. Namun demikian, bukan berarti juga kita menjadi orangtua yg menuruti semua kemauan anak yaa. Tentu anak butuh limit. Mengapa anak butuh limit?. Coba bayangkan kalau kita dipimpin oleh presiden yg membebaskan, semuanya boleh dilakukan tentu kita akan merasa "kok tidak ada yg memimpin saya ya untuk mengarahkan dan membimbing perilaku saya". Rasanya gamang. Sama seperti anak, kalau tanpa limit ia juga jadi seperti tidak punya pegangan sebenarnya. Siapa yang bisa ia percaya utk bisa mengontrol perilakunya. Nah membimbing perilaku dgn cara menghukum punya beberapa kerugian, yaitu: 
1. Hukuman mencontohkan pd anak bahwa memaksa orang lain itu boleh.
2. Hukuman membuat anak semakin marah karena mereka merasa kita sengaja menyakiti mereka, hingga kadang mereka tidak mengerti bahwa hukuman ini sebenarnya untuk mengajarkan suatu hal
3. Hukuman tentu menghilangkan hubungan yang hangat dengan orangtuanya. Padahal hubungan hangat itulah yg menjadi motivasi anak mau mendengarkan kita.

Lalu pakai apa donk?

Salah satunya dengan loving guidance dimana orang tua yang memberikan anak cinta dan dukungan tapi juga memiliki ekspektasi yang tinggi namun sesuai dengan usia si anak. Mereka memberi anak dukungan penuh untuk belajar mencapai ekspektasi itu. Mereka tidak mengontrol, namun mendengarkan dari sisi anak. 

Contoh loving guidance (ol Dr.Markham) adalah saat anak datang ke rumah membawa nilai buruk. Maka orang tua dengan loving guidance akan bertanya pada si anak apakah ia terkejut dengan nilainya, apa yang anak pikir menyebabkan hal ini, dan apa yang anak pikir dapat anak lakukan untuk dapat mempelajari mata pelajaran tersebut dengan lebih baik dan membuat nilai anak lebih baik. Orang tua berempati akan seberapa sulitnya perubahan yang harus dilakukan anak untuk mendapat nilai yang lebih baik. Orang tua melihat dirinya sebagai bagian yang juga bertanggung jawab dan menjadi bagian yang penting dalam anak memperbaiki nilai. Orang tua menyepakati sebuah rencana dengan anak, untuk membuat nilainya jadi lebih baik.

Posted By

0 comments