"Bahaya" Mitos Bau Tangan


Penelitian oleh Joanna Maselko tahun 2009 menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan afeksi,kasih sayang, dan penenangan lebih dari orangtua akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih rileks, bagus regulasi emosinya dan lebih bahagia. Bahkan, mereka lebih baik dalam meregulasi berat badan mereka saat dewasa.

Penelitian di atas amatlah berharga. Jika ingin tahu lebih lengkapnya bisa google Joanna Maselko, “Mother’s Affection at 8 Months Predicts Emotional Distress in Adulthood”

Kalau dari penelitian Maselko di atas, kita tidak perlu takut ya tentunya untuk mengekspresikan dan memberikan kasih sayang kepada bayi kita. Artinya, kita perlu hati-hati memahami Mitos Bau Tangan, karena banyak afeksi pada bayi justru akan meningkatkan kemampuan dia untuk meregulasi emosinya sampai dewasa. Mitos bau tangan itu berbahaya jika dilakukan dan mengapa bayi yang justru sering ditenangkan malah akan tumbuh jadi anak yang bagus regulasi emosinya.

Sewaktu kita berespon saat bayi menangis, bayi jadi belajar bahwa dunia ini adalah tempat yang aman dan ia bisa percaya bahwa orangtuanya berespon saat ia butuh. Bayi yang dibiarkan menangis hingga tertidur memang akan menjadi berhenti nangisnya, tapi bukan krn ia sudah tenang tapi lebih karena bayi kelelahan menangis. Bayi tsb masih dipenuhi hormon stress, yang mana hormon strees ini akan "membentuk" otaknya agar menjadi lebih sensitif emosinya. .

Perlu dipahami dan diingat : "Bayi yang terbiasa dibiarkan menangis memang lama-lama akan jadi bayi "anteng". Tapi antengnya anteng yang bahaya kalau ini karena bayi tersebut sudah terlanjur belajar bahwa sia-sia untuk menangis karena toh tidak akan ada yang menolong dia. Bayi ini masih dalam keadaan stress sebenarnya, tapi tetap anteng karena bayi sudah belajar bahwa menangis utk meminta tolong adalah hal yang sia-sia."


Wah sedih sekali yaa menjadi bayi begitu. Rasanya pasti sepi di tengah keramaian. Bagi yang merasa butuh mengecek apakah praktek bau tangan yg pernah dilakukan berefek negatif pada anak bisa melakukan #CekUpIkatanEmosional di klinik kami. 


Salam,
Psikolog Anak Devi Sani

Posted By

0 comments