Tips Menghadapi Tantrum Tanpa Drama


Tantrum tanpa drama. Saat anak kita mulai bertingkah, seringkali kita merasa itu merupakan keadaan darurat untuk segera "bertindak". Sehingga reaksi kita terhadap anak jadi terburu-buru, berapi-api dan tidak sempat dipikirkan secara matang, sehingga terciptalah kemarahan besar pada anak. 

Lalu bagaimana cara kita memberi model regulasi emosi yg baik dan menghindari menjadi model mengekspresikan marah lewat tantrum dan drama?

• Selalu ingat bahwa setiap situasi negatif dgn anak bukanlah situasi emergency yang seakan-akan perlu langsung "ditindak", krn biasanya perasaan inilah yg mudah membuat kita jdi terpancing emosi. Bertemanlah dgn orangtua yg memandang penting melakukan self-care utk dirinya sendiri. Tarik nafas dalam untuk menenangkan diri.

• Ingatkan diri bahwa anak berperilaku negatif bukanlah karena dia ingin dengan sengaja membuat anda kesal. Dia berperilaku acting-out karena belum punya kemampuan utk mengekpresikan emosinya secara benar. Dia masih dlm proses belajar dan otaknya masih berkembang utk bisa membantu dia mengekspresikan emosi secara benar, jadi dia butuh bantuan kita untuk membantu dia agar bisa tenang dan mengekspresikan emosinya lewat kata-kata.

• Take a break. Jika belum bisa menghadapi anak saat itu krn terlau marah, let it go utk saat ini. Katakan pada anak "aduh mama perlu tenang dulu, nanti kita selesaikan ya". Setelah tenang baru bereaksi. Perbanyaklah sentuhan dan bermain untuk membangun rasa percaya dengan anak.

• Ketika balita kita tantrum yg ia butuhkan adalah kita mau mendengarkan dia. Katakan "kamu pasti kesel banget sampe bicaranya kenceng gitu ke mama, ada apa nak?". Lalu dengarkan.

• Jika dia merasa didengarkan, dia tidak akan lgi merasa perlu untuk teriak-teriak atau berperilaku negatif lain.
"Less Drama, More Love".

Devi Sani ,M.Psi, Psikolog
Sumber: Dr.Laura Markham

Posted By

0 comments