Peaceful Parenting (II)


Rasanya gak ada ya di dunia ini orangtua yang gak pernah marah sama anaknya. Orangtua, sebaik apa pun pasti pernah marah. Namun saya yakin tiap orangtua pasti beda cara mengungkapkan marahnya. Ada yang marah dengan cara membuat nada serius, atau marah sambil membentak atau lagi marah sambil mengeluarkan kalimat panjang lebar bahkan memukul (semoga kita tidak termasuk yg terakhir ini ya, gawat nanti efeknya) Marah adalah suatu keniscayaan dalam suatu hubungan. 

Saya pernah membaca ada suatu artikel parenting yg mengatakan bahwa orangtua dilarang marah. Tentu hal itu sulit ya utk tidak terjadi karena Tuhan sdh menciptakan kita dgn berbagai emosi salah satunya marah. Mungkin yg perlu kita pahami sebagai orangtua bukan marahnya yg dilarang. Sah-sah saja memiliki rasa marah. Tapi kemudian apa yang kita lakukan saat kita merasa marah? Sikap kita saat marah itulah yg menjadi poin penting. Kita seringnya menampilkan sikap yg mana ya saat sdg merasa marah pda anak? .

Trik dari saya, saat mulai marah pada anak, kita harus teriakkan dalam batin kita "Stop, Breath and Drop". Susah kan? Susahh bgt! Aplg kl emosi memuncak! Dari sini saya menyadari, inilah sebab ilmu sabar itu termasuk ilmu tingkat tinggi. Setiap hari pasti anak kita ada saja perilakunya negatif dan positif. Saat kita mem-pause batin kita utk "Stop" saat sdg marah tentu ini hal yg luar biasa yg sulit dilakukan. Tapi bagi orangtua yang sering berhasil meregulasi marahnya tentu ada hadiah istimewa. .

Menurut banyak penelitian dalam ilmu psikologi hadiah tersebut tentulah anak yg juga pandai meregulasi marahnya serta memiliki kecerdasan emosi yang baik. Contoh perilaku anak dgn regulasi emosi yg baik antara lain:bisa menerima kata "tidak" dari orangtuanya, menjadi anak yg mudah bangkit lg saat menerima cobaan dan ujian, hati yg penuh empati dan simpati, penuh kasih sayang dalam menyampaikan perbedaan pendapatnya. Sungguh anak yg kita harapkan jadi penerus bangsa Indonesia ya, yg sekarang sdg meruncing perbedaan dimana-mana. .

Semoga anak kita jadi salah satu anak pembawa kedamain utk Indonesia ya..Amiinn
Salam,
Devi Sani, M.Psi., Psikolog

Posted By

0 comments