Orangtua, Mari Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri


Ada yang pernah merasa sudah maksimaaal banget kasih stimulasi anak tapi kok ya anaknya ga ada perkembangan? Yang ada tiap hari malah brantem terus sama si anak kicik dan bikin kepala "panas",ujung ujungnya si pak suami kena semprot juga deh padahal ya nggak salah apa apa .

Itu situasi yg dulu pernah juga saya alami waktu saya merasa kenapa ponakan saya (edmun, 4 yo) kok belum bisa merangkai kata (pdhl sudah 2 tahun lebih), nggak bisa fokus, susah banget diajak interaksi dua arah dan badannya gerak trus tenaganya nggak abis abis Jadi apapun stimulasi yg saya kasih, selalu "mental" dan kemampuan edmund jadinya tidak sesuai dgn kemampuan anak di usianya saat itu. .

Sampai akhirnya saya mulai lebih banyak baca tentang masalah sensori pada anak. Lebih mendalami tentang sensory processing disorder (SPD) maupun Autism Spectrum Disorder/ASD (Begitulah buibuk, psikolog anak juga manusyah bukan dewa jadi kudu wajib belajar terus) dan akhirnya menemukan jawabannya. 
Bukan salah saya yang padahal udah ada bekal ilmu tentang perkembangan anakdan tahu cara stimulasinya tapi ya nggak berhasil di anak ini. Karena edmund memang butuh treatment khusus. Karena edmund punya masalah sensori. Ibaratnya jika pada umumnya anak hanya perlu 5 jenis stimulasi dgn pendampingan minim namun edmun perlu 2x lebih banyak stimulasi dgn pendampingan ekstra plus terapi.

Bagi buibuk di luar sana yg merasa senasib, please stop blaming yourself..Ketika anak ga bisa menyerap informasi dgn optimal,itu bukan kesalahan kita.Saat anak terlihat sering agresif tanpa pemicu yang jelas, bukan karena kita mengasuh dengan cara yg salah.. Amati perilaku anak lbh seksama,adakah yg berbeda?Adakah yg tidak biasa? Jangan takut untuk mencari informasi,jangan segan untk bertanya kepada yg ahli di bidangnya. Fokus mencari bantuan buat anak. 
Tapiii juga jgn lupa untuk cari "bantuan" untuk diri sendiri ketika merasa "this is too much".. Gak dosa kok untuk me time sejenak, ngupi ketawa ketiwi bareng teman atau sekedar ke salon dan melimpahkan tugas negara kepada pak suamik. Karena ketika mamak happy,anakpun ikut happy 


Selamat berlibur dan bermain bersama keluarga,
Psikolog anak Belinda Agustya

Posted By

0 comments