Kunci Sukses Mengasuh Anak: Menyembuhkan "Luka"

Saat pak suami sedang menyetir, saya selalu super waspada. Maklum, si bapak baru lancar nyetir sejak dulu pacaran sm saya. Saya bawelnya ampun ampunan :"kamu lihat dong itu mepetbgt" "maju dong" dst dst. Saat saya lg super ngantuk saat di mobil, si bapak nanya: "kamu gak bobok aja?" dan sayapun menjawab "Gak boleh ngantuk,aku hrs ngawasin km" . Tiba tiba keluarlahhh kata kata makjleb ini dr suami: "nanti kamu kalau punya anak jgn begini ya,kasian nanti serba salah, ga berkembang. Jd takut salah trus, gak percaya diri" .

Saya pun langsung diam. Kondisi yg saya alami pernah dibahas jg di feed instagram @rainbowcastleid ,kaitannya dgn peaceful parenting (bisa klik di #peacefulparentingRC untuk melihat kumpulan artikelnya). Dimana ada satu bahasan bahwa sebelum kita mengasuh anak (bahkan kalau bisa sebelum memutuskan punya anak), kita perlu healing from our wounds dulu. Agar kita damai saat mengasuh anak tanpa pengaruh luka masa lalu. Sampai saat ini, ternyata saya masih membawa isu di masa lalu yg belum sembuh benar. .

Saya mjd over controlling krn pengasuhan ibu saya, yang memang slalu menuntut saya untuk right on track. Saya harus melakukan semua hal dengan cara yang benar, harus teratur, pokoknya harus tepat. Bahkan sampai skrg, kalau saya kotorin baju saya pas lg makan saya bs histeris kesal (kbtln mamah saya ini ibuk rempeus hobi beberes). Ibu saya sptnya juga mewarisi dari pengasuhan kakek saya, yg basicnya militer. Bermain dengan anak sebenarnya dpt menjadi media "pemutus" pola pemikiran tdk sehat ini. Saat bermain dgn anak,kita jd bisa memahami sudut pandang anak shg bisa melihat kelebihan dr anak. .

Bermain prinsipnya adalah tdk ada benar atau salah dengan bagaimana caranya memainkan suatu alat bermain/permainan, shingga kita sbg orangtua belajar ngerem perilaku kita agar lebih bertoleransi dgn kelakuan si kecil yg ajaib meminjam taglinenya rinso: nggak ada noda ya nggak belajar Selain itu, saat bermain, ayahbunda juga bisa jd lebih bahagia. Semoga kita bisa terus belajar,bertumbuh dan berkembang menjadi orangtua yang bahagia ya ayahbunda 


Salam,
Psikolog anak @belindagustya

Posted By

0 comments