Mengapa Anak Saya Tidak Mau Berbagi HANYA Kepada Adiknya?

Terkait feed kami sebelumnya tentang "Betulkah kakak harus selalu mengalah?" (atau klik #kakakmengalahrc) maka kita perlu mengevaluasi lagi: bgmn respon ortu ketika kakak adik terlibat dalam kondisi dmn mereka hrs berbagi?apakah kakak hrs selalu mengalah? Apakah ortu slalu meminta kakak memahami bahwa adik msh kecil jd kakak yg hrs "berkorban"? Jika ini yg terjadi maka sbg konsekuensinya, kakak menjadi lebih posesif terhadap benda yg ia miliki terutama kepada adik
.
.
Jika kondisi diatas yg sering terjadi maka ketidak sediaannya untuk berbagi adalah bentuk rasa kecewa si kakak karena merasa kasih sayang ayahbundanya lebih besar kepada adik krn kebutuhannya selalu di nomor dua kan,bahwa ia tidak memiliki hak atas apa yg jd miliknya. .
.
Lalu solusi apa yg bisa dijalankan? Ayahbunda bisa memperkenalkan konsep bergiliran. Bisa diawali dgn membuat aturan bersama dlm keluarga. Misalnya: .
.
1. Smua benda di rmh ini adalah milik bersama jadi harus bergantian
2. Anak yg sedang memakai mainan yg berhak menentukan berapa lama ia ingin bermain
3. Fase gantian mulai baru lagi setiap pagi jadi tidak ada yg hrs menunggu giliran seharin penuh
4.tiap anak boleh memilih mainan favorit yg tdk boleh dimainkan siapapun.

Ketika ada anak yg menunggu giliran,ayahbunda bisa bantu dgn cara menemani anak yg sedang menunggu, menenangkan rasa kesalnya misalnya dgn mengatakan "km pasti sebel ya krn hrs nunggu,capek ya nunggu" lalu ajak anak melakukan aktivitas lain sembari menunggu "sambil nunggu yuk kita main lego", apabila adik yg harus menunggu namun usianya msh terlalu kecil sebenarnya akan lebih mudah dialihkan ya ayahbunda dgn mainan menarik lainnya. Atau minta kakak untuk menjauh atau meletakkam mainan favoritnya di tempat yg tidak bisa dijangkau oleh adiknya .
.
Dengan cara ini diharapkan kakak tidak selalu merasa ada di posisi yg harus berkorban krn ia mendapatkan hak untk menentukan kpn ia secara sukarela memperbolehkan mainannya dipinjamkan kpd adik 😊

Mudah? Tentu tidak. Tapi bukan tidak mungkin 😊 
Salam,
Psikolog anak @belindagustya


Posted By

0 comments