Kapan Sebenarnya Anak Mulai Bisa Berbagi?

Kapan anak seharusnya sudah bisa berbagi? Meskipun sudah pernah dijelaskan, tapi saya ingin menekankan lgi nih bahwa sesungguhnya kemampuan berbagi dengan ikhlas itu sebenarnya baru bisa dimiliki oleh anak usia Sekolah Dasar ke atas. Itu pun baru terbentuknya. .
Pada anak usia 2 thn, jika ia disuruh berbagi, secara tahapan perkembangan, ia belum siap untuk melakukan hal tersebut. Kemampuan altruistic (atau kemampuan utk berbuat baik kepada orang lain tanpa berharap imbalan) baru muncul pada tahapan perkembangan masuk SD. Jika anak usia 2 tahun diminta berbagi, itu lebih untuk menyenangkan hati orangtua.
.
Lalu apa yang bisa diajarkan untuk anak 2 tahun agar bisa “aman” main bersama anak-anak lain di tempat umum?
Ajarkan anak kita konsep “MENUNGGU GILIRAN”. Hal ini bisa diajarkan sejak dini, bahkan kurang dari 1 tahun. Kita ajarkan anak kita untuk menunggu jika ia ingin mainan yang sedang digunakan orang lain. .
.
Melatih kemampuan anak untuk menunggu (atau sering diistilahkan delayed gratification) merupakan latihan penting yang perlu diasah sejak dini. Awalnya pasti nangis sih, apalagi kalau sudah biasa minta langsung dikasih hanya agar ortu gak pusing denger tangisan. Padahal tetap tenang saat mendengar tangisan anak merupakan salah satu kunci agar anak tidak menjadikan “tangisan” sebagai alat untuk mendapatkan apa yg ia mau. Be strong parents.
.
.
Neuroscientists Adele Diamonds berkata bahwa anak yang sering dilatih untuk menunggu, kemampuan otaknya yang berfungsi untuk kecerdasan akademis akan berkembang lebih maks. Jadi makin dilatih anak kita untuk menunggu mendapat apa yg ia mau (meski nangis), akan juga menstimulasi perkembangan otaknya.
.
.
Jadi latihlah anak untuk mau menunggu giliran, terutama di tempat bermain publik. Kemudian selalu ingatkan anak kita, jika di tempat mainan publik selalu ada batas waktu untuk memainkan suatu mainan tersebut, jadi tidak bisa lama-lama juga gilirannya untuk main.
.
.
Psikolog Anak @devisani


Posted By

0 comments