Respon Berlebihan Saat Anak Salah Membuat Anak Kapok Untuk Mencoba Sendiri

Kadang secara tidak sadar karena kekhawatiran diri yang berlebih, kita jadi berlebihan juga mengoreksi kesalahan yg sedang anak lakukan. Setelah itu terjadi, baru deh menyadari “tadi aku kok lebay banget ya melarangnya atau memarahinya”. Rasanya menyesallllll kemudian. Saya sejujurnya juga sering mengalami (karena psikolog anak juga manusiašŸ˜¬).
.
.
Namun kemudian saya ingat, dalam banyak buku-buku psikologi anak dan parenting disebutkan bahwa “apakah yang menjadi pembeda antara orangtua yang peduli pada anak dengan yang neglect (membiarkan)?”.
.
.
Jawabannya adalah orangtua yang peduli tetap akan melakukan kesalahan pengasuhan pada suatu waktu dlm hidup mereka, namun setelah itu mereka:
1. sadar itu salah, 
2. kemudian berbesar hati meminta maaf pada anak mereka kemudian, 
3. lalu melanjutkan hidup sebagai orangtua dengan berusaha lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya untuk tidak “selebay” dan sebaper itu ketika memarahi dan mengoreksi anaknya.
.
.
Bisa dilihat kan bahwa sebenarnya ilmu psikologi anak itu bukan tentang menjadi orangtua sempurna yang gak pernah marah, tapi tentang ketika menjadi orangtua yang kemudian pernah berbuat kesalahan pengasuhan, orangtua tersebut menyadari dan berusaha keras tidak melakukan lagi. Itu yang saya pahami dalam menjalani double role as a mother and as a child psychologist. Memang kita perlu memberi batasan, but it doesn’t mean you have to be mean parent.
.
.
Agar anak tidak kapok mencoba, mintalah maaf jika respon kita saat mengoreksinya berlebihan. Sehingga ia masih tetap mau mencoba dan akhirnya mandiri
.
.
Jika masih terasa sulit atau gengsi meminta maaf pada anak maka BERMAINLAH. Bermain bersama anak akan membuat kita lebih rileks dan berkurang ketegangan. Coba minta maaf dari


hal kecil misalnya ketika tidak sengaja injak mainannya.
.
.
Selamat bermain keluarga Indonesia and take care of yourself parent,
Psikolog Anak dan Remaja @devisani

Posted By

0 comments