Mendampingi Anak Memesan Sendiri Makanannya Bisa Mendukung Kemandiriannya

Saya yakin tips di atas hampir semua orangtua tau. Tapi rahasia berikutnya, setelah anak berhasil, apa yang biasanya kita ucapkan?.
-“Good job”
-“Gitu donk kak”
-“Keren”
-Tos
-Gak berkata apa-apa hanya senyum
-Diam saja.
.
.
Sayangnya kalau jawaban kita salah satu dari di atas, perilaku anak jadi tidak tahan lama atau tidak menetap. Akan lebih baik jika menggunakan pujian berlabel yang saya ambil dari konsep Parent Child Interaction Therapy, yaitu sebagai berikut:
-“Pinter nih kakak, berani pesen makanan sendiri”
-“Keren nih ade, sudah bisa sendiri”
-“Makasih ya kakak udah berani ngomong sendiri”
-“Mama bangga banget kakak berani pesen sendiri”
.
.
Hanya di restauran saja sebenarnya banyak perilaku yang bisa kita puji. Seperti:
-“Makasih ya kak udah makan sayurannya”
-“Kakak pinter ya, mau nunggu sampai makanannya dateng, gak rewel lagi”
-“Thank you for minding me to eat the veggies 🌽 “
-“Mama seneng banget adek nurut sama mama. Mama bilang nanti makan eskrim, ade nurut. Makasih ya dek”.
.
.
Bayangkan bicara dengan orang yang seperti itu. Kita merasa dihargai dan kita akan lebih terbuka pada pengaruhnya. Kunci utama dalam memuji anak adalah satu tidak berlebihan. Kedua, yakini bahwa anak itu pasti ada sisi positifnya, mau serewel apa pun dia hari itu, pasti ada hal positif dalam diri anak itu. Ketiga, fokus pada memuji proses dan sikap, tidak melulu prestasi akademis atau hasil saja. 

.
.
Pastikan dalam 1 hari, minimal 1x ya kita memberikan pujian berlabel. Perlu dibiasakan dan “dipaksa”, apalagi jika kita dulu dibesarkan oleh orangtua yang jarang memuji, maka mungkin akan sulit juga bagi diri kita untuk memuji anak kita. Tapi hal ini amat bisa dan perlu dilakukan utk meningkatkan rasa berharga pada diri anak.
.

.

Salam,
Psikolog Anak dan Remaja,
Devi Sani Rezki M.Psi,Psikolog.

Posted By

0 comments