Memperpanjang Fokus Anak Bisa Dilakukan Dengan Bermain

Membantu anak balita menjadi fokus dan tenang sebenarnya lebih jitu dilakukan dengan cara yang diberikan melalui BERMAIN. Perlu dipahami, kemampuan untuk bisa fokus dan tenang amat dibutuhkan agar anak siap sekolah. Bayangkan jika anak belum bisa fokus di sekolah selama beberapa menit. Pasti pelajaran yang diberikan guru pun tidak dipahami anak secara lengkap. Dampaknya anak bisa tertinggal atau dianggap tidak mau mendengarkan guru.
.
.
dr. Greenspan, yang mendalami mengenai bagaimana bermain bisa meningkatkan fokus pada anak mengatakan bahwa kita bisa membuat anak mempertahankan fokusnya dengan awalnya membuat anak terlibat aktif bermain bersama orang lain. Interaksi dua arah menjadi kuncinya. Dengan anak mempertahankan interaksi dua arah saat bermain sebenarnya ia sedang melatih kemampuan fokusnya. Sehingga saat bermain, penting bagi anak untuk memiliki teman main yang bisa menarik perhatian anak agar anak merasa senang berlama-lama berinteraksi bersamanya. Siapa teman main itu? Tentunya tak lain dan tak bukan ORANG TUA, the best “toy” that a child could have.

Rahasianya, latihan fokus ini bisa dilakukan sejak bayi dengan bermain bersamanya dan berusaha menjadi teman main yang menarik menurut bayi. Tantangannya kita tinggal mencari apa yg bisa kita lakukan agar membuat bayi fokus memperhatikan kita setidaknya selama 2 menit (bertambah seiring bertambahnya usia). Bisa jadi dengan bermain cilukba, menggoda bayi dengan suara mendayu, atau bahkan menggoda bayi dengan suara agak keras (bisa saja, karena setiap bayi itu unik kesukaannya serta ciri sensorinya). Kuncinya bayi harus memperhatikan kita hingga 2 menitan dan tidak memaksa jika bayi sudah lelah.
.
.
Selamat bermain keluarga Indonesia!
Psikolog Anak&Remaja @devisani



Posted By

0 comments