Memiliki Rasa Aku Mampu Dan Bisa Maka Kemandirian Anak Akan Cepat Terbentuk

Saya ingat waktu akan belajar nyetir mobil, mama saya pernah bilang, kamu kan masih kecil, belum bisa, masih kecil sudah nyetir mobil (padahal waktu itu saya masih SMP). Kemudian saya mau belajar lagi setelah menikah, suami saya bilang bahwa dia takut saya gak bisa kalau di jalan raya, karena kadang kiri-kanan saja masih suka salah 😂. Jadilah sampai sekarang kemana-mana mengandalkan gojek atau gocar (thanks @gojekindonesia ). Sempat mencoba belajar tapi kata-kata “gak bisa”, “lebih baik naik taksi online”, kadang terngiang dan membuat saya berada di zona nyaman terus, jadinya gak bisa-bisa deh nyetir sendiri.
.
.
Anak juga begitu, ketika ia tidak ditumbuhkan rasa bahwa aku mampu dan aku bisa, maka akan sulit untuk dia merasakan bahwa ia mampu melakukan sendiri dengan mandiri. Terkadang yang sering dialami klien-klien atau pasien saya adalah orangtua terlalu cemas, cemas banget, takut anaknya kenapa-kenapa, sehingga jadi orangtuanya yang melakukannya atau menghindarkan anak dari mencoba sendiri. Anak jadi hilang deh kesempatan belajar berani ambil resikonya. .
.
Contoh sederhana, saat anak mau manjat. Jika manjatnya tidak terlalu bahaya, bagi saya tak apalah bayi tersebut mengambil sendiri, jika jatuh, ia akan belajar banyak hal. Tapi jika terlalu bahaya atau tinggi, tentu jangan donk ya. Tapi jika resikonya hanya jatuh sedikit, biru sedikit, biarkan anak merasakan resiko dr perbuatannya. Jangan sampai kita kalah oleh rasa cemas kita sendiri sehingga anak juga “tertular” rasa cemasnya. 
.
Selamat melatih kemandirian anak
Psikolog Anak dan Remaja @devisani


Posted By

0 comments