KESIAPAN SEKOLAH MULAI DARI RUMAH

Kemarin saya diperlihatkan sebuah video mengenai sebuah kota di Papua yang sebagian anak kecilnya belum bisa membaca meskipun mereka sudah duduk di kelas 6 SD. Pembuat video berkata kalau anak-anak tersebut sebenarnya punya guru-guru yang pintar. Namun, lingkungan tempat mereka tumbuh tidak mengharuskan mereka untuk bisa membaca. Seperti beberapa dari orangtua mereka juga tidak bisa membaca sehingga di rumah tidak ada yang melatih kembali. Kemudian, mereka juga tidak terpapar dgn tulisan-tulisan di lingkungan mereka, seperti jalanan yang tidak ada plang nama jalan. Jadi secara lingkungan juga mengkondisikan mereka untuk tidak ada yang perlu dibaca.
.
.
Dari cerita di atas dapat dirasakan bahwa peran lingkungan amatlah besar dalam menentukan kemampuan anak, termasuk seberapa siap ia untuk masuk ke dunia sekolah.
.
.
Namun perlu diingat juga bahwa tidak hanya lingkungan yg berpengaruh. Faktor bawaan dan tubuh juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Misalnya ada kasus anak yang belum bisa baca di usia 8 tahun padahal orangtuanya sangaat telaten dan sangat positif juga dalam mendidik anak. Ternyata penglihatannya ada masalah sehingga ia belum bisa. Atau pada kasus lain anaknya belum bisa baca karena ada gangguan pada bagian tertentu di otaknya yg sering disebut dgn disleksia. Atau kasus lain lagi karena ada gangguan pada sensori anak, boro-boro mau belajar huruf, duduk diam memperhatikan saja masih sulit.
.
.

Jadiii jangan menyalahkan orangtuanya terus yaa jika anaknya belum bisa baca. Dan bagi yg anaknya sudah bisa baca sebelum masuk SD perlu bersyukur juga karena dianugerahi anak yang tidak punya gangguan sehingga lebih mudah menstimulasinya.
.
.
Beberapa masalah diatas bisa dikurangi dengan program intervensi yang diberikan dgn cara BERMAIN yang terstruktur atau semi-structure (dibuatkan program oleh psikolog atau terapis), sehingga membuat anak tidak merasa terpaksa.
.
.
Psikolog Anak Dan Remaja,
Devi Sani Rezki M.Psi,Psikolog.

Posted By

0 comments