Kecemasan Yang Menular

Anak saya tidak pernah takut kecoa. Bahkan ia biasa saja ketika kecoa lewat. Suatu waktu ia bermain dengan saudaranya. Kebetulan ada kecoa lewat kemudian saudaranya lari sambil berteriak kecoa amat kencang. Hal itu membuat anak saya otomatis berlari juga dan menghindari kecoa. Wajahnya terlihat panik dan cemas juga.
.
.
Kejadian ini bisa dikaitkan dengan bagaimana kecemasan terbentuk pada seorang anak. Tidak ada penyebab tunggal dari kecemasan berlebihan pada anak, tapi kombinasi antara karakteristik bawaan lahir dan pengalaman dari lingkungannya. Jadi lingkungan bisa juga memunculkan kecemasan anak seperti cerita di atas, dimana anak jadi belajar untuk cemas. Kemudian bisa jadi tambah parah karena di keluarga anak tersebut juga ada yang mengalami gangguan kecemasan berlebihan.
.
.
Terkait dengan sekolah, anak-anak juga bisa menjadi cemas. Misalnya jika di pagi hari mau pergi sekolah, diawali dengan rutinitas pagi hari yang menegangkan, seperti terburu-buru menyiapkan, teriakan-teriakan orangtua. Hal-hal ini bisa membuat anak tambah stress dan akhirnya “mogok” pergi sekolah. Anak melihat dan belajar dari kita bahwa persiapan pergi sekolah adalah persiapan yang membuat cemas.
.
.
Anak-anak merupakan observer ulung. Ia banyak belajar dari kita. Sebaliknya jika kita memulai aktivitas pagi dengan cara menyenangkan dan tenang maka itu pula yang akan anak pelajari.
.
.

Selamat bermain keluarga Indonesia,
Psikolog Anak dan Remaja @devisani


Posted By

0 comments