Benarkah Anak Perempuan Lebih Cepat Bisa Menulis?

Pertanyaan ini seringkali diajukan oleh orangtua dan ternyata setelah saya membaca jurnal kemudian buku-buku tentang sensori menunjukkan hal berikut:
“In boys, visual-motor skills as well as the neurons in the tips of the fingers develop later than in girls. This is the reason girls usually have superior fine motor skills early in life”. Jadi pada anak perempuan, kemampuan koordinasi tangan dan mata (termasuk neuron pada ujung-ujung jari yg berguna untuk mendukung kemampuan menulis) berkembang pada usia lebih muda dibandingkan laki-laki.
.
.
Makanya seringkali kita melihat anak-anak perempuan amat bagus mewarnai sejak ia di tingkat playgroup, dimana mereka masih amat muda.
.
.
Hal lain yang perlu dipahami tentang kemampuan menulis adalah jika kita menemukan bahwa anak kita juga lemah pada kegiatan lain yang melibatkan tangan, kemungkinan ada sensorinya yang juga perlu kita tingkatkan lgi integrasinya. Misalnya tangannya seakan lemah, tidak paham kapan harus menekan lemah atau kuat dengan pensil. Jika ini yang terjadi, makan sensory proprioseptif dan perabanya yang bisa kita integrasikan lebih jauh (dengan bimbingan tim terapis okupasi serta psikolog- dokter (Sp.A atau Sp.KFR), yg memahami sensori.
.
.
Beberapa hal yang bisa kita observasi ketika anak di kelas adalah:
- Bagaimana ia memegang pencil? Terlalu lemah atau terlalu keras hingga membuat pensilnya patah
- Bagaimana postur tubuhnya saat duduk? Duduk tegak atau sandar lunglai di meja?
- Apakah ia melambung-lambung di kursi, tidak bisa fokus menyelesaikan tugas-tugas motorik halus
.
.
Dalam melihat ciri-ciri tersebut perlu kita lihat juga mengenai usianya. Tentunya anak-anak yang terlalu muda disekolahkan (yaitu usia 0-2 thn), masih tidak apa menunjukkan ciri bahwa ia belum tertarik menulis. Tetapi begitu masuk usia 4thn, setidaknya ia sudah mulai bisa mewarnai secara penuh satu gambar seukuran minimal 5cmx5cm meskipun sering keluar garis.
.
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan menulis anak bisa dilakukan dgn cara BERMAIN, seperti memotong playdough atau merobek kertas menjadi kecil-kecil, memasukkan koin ke dalam mulut kucing-kucingan (bisa geser slide 2 utk lihat contohnya). .
.
.
Selamat bermain keluarga Indonesia,
Psikolog Anak & Remaja @devisani



Posted By

0 comments