Anak Yang Belum Mampu Mempertahankan Fokusnya Disekolah

Alkisah seorang anak playgroup yang tidak bisa diam. Ia suka jalan-jalan di kelasnya. Saat disuruh duduk tenang, hanya sebentar saja ia bisa. Selebihnya ia lebih memilih bergerak. Bahkan saat duduk pun ada saja bagian tubuhnya yang bergerak. Saat diminta mendengarkan cerita guru, ia bisa mendengarkan bahkan terlihat tertarik. Namun ini pun hanya sebentar. Hanya 2-3 menit ia tenang. Setelah itu ia akan “berputar-putar” di kelas. .
.
Gurunya sering memanggil dan mengajak ia bicara. Seringkali ia seperti tidak mendengar panggilan guru. Sesekali ia menjawab panggilan guru, bahkan mendengarkan hingga kalimat arahan selesai diberikan oleh guru. Tapi itu pun ia perlu untuk dipegangi terlebih dahulu agar ia tidak pergi lari saat sedang diberi arahan dari guru. Ia bisa diajak ngobrol, tapi paling hanya menjawab 2-4x tek-tok. Setelah itu ia akan asik sendiri bermain. .
.
Tetapi ada kegiatan yang ia lakukan dengan fokus yang lama, yaitu finger painting dan bermain gulat bersama guru. Kegiatan yang melibatkan bergerak dan menyentuh tekstur yang cair sangat ia sukai. Saat melakukan hal ini, ia menjadi lebih sering mengajak ngobrol dan menjawab saat ditanya sesuatu.
.
.
Orangtua kemudian membawa ke psikolog anak atau dokter yang mengerti tentang sensori anak. Setelah diperiksakan ternyata memang sang anak memiliki masalah sensori. Salah satunya pada sensori proprioseptif yang mempengaruhi gerak tubuhnya yang memberi akibat salah satunya anak menjadi punya kebutuhan gerak yang lebih dari pada anak typical lain. Hal ini membuat ia sulit fokus saat dikelas. Ini hanya salah satu masalah sensori anak ini yang sebenarnya lebih complicated.
.
.
Orangtua pun disarankan untuk ikut terapi sensori selama beberapa lama. Orangtua diberikan PR untuk menemani anak rutin melakukan kegiatan fisik terarah seperti berenang dan jalan pagi setiap hari untuk menyalurkan kebutuhan gerak anak. Selain itu, orangtua juga diminta BERMAIN bersama anak dengan cara khusus yang telah diajarkan oleh psikolog anak yang juga seorang terapis floortime. Setelah beberapa saat, anak mulai bisa memperlama fokusnya dan memperhatikan saat di kelas.
.
.

  • I
    ni adalah contoh sederhana bagaimana sensori mempengaruhi kesiapan sekolah anak.

    .
    .
    Selamat bermain keluarga Indonesia,
    Psikolog Anak @devisani

Posted By

0 comments