Anak Tenang di Hari Pertama Sekolah

Waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) zaman kuliah dulu, saya ditempatkan di pedesaan terpencil namanya Pondok Salam selama 2-3 bulan. Suatu hari kami diminta untuk ikut melihat sawah-sawah di sana. Tidak ada info yang jelas mengenai tempatnya. Hanya disuruh Pak Lurah “Ikut saja!”. .
.
Sepanjang perjalanan kami merasa terkaget-kaget, karena tiba-tiba ada ular. Pak Lurah sih sudah biasa. Kemudian tak lama kita sampai di pengolahan pupuk yg bau dan becek. Dalam hati berpikir, duh tahu begini saya tidak pakai sepatu yang bagus. Seharian itu saya jadi agak sebal dengan Pak Lurah karena tidak memberi tahu dan memberi gambaran sebelumnya tentang tempat yang akan dituju. Setidaknya satu kalimat “nanti di sana becek ya!”, itu saja sudah cukup membuat saya agak bersiap-siap.
.
Dari cerita tersebut saya paham bahwa predictability atau sesuatu yang bisa terprediksi dapat memberikan ketenangan . Begitu pula dengan anak yang baru masuk sekolah. Ketika sebelumnya ia sudah mendapatkan gambaran mengenai bagaimana hari pertama di sekolah, tentu akan lebih memberi ketenangan. Anak yang tenang, akan lebih mudah belajarnya. Anak yang dalam keadaan deg-deg akan sulit untuk bisa belajar. Jangankan memikirkan belajar, ia akan sibuk memikirkan setelah ini aku disuruh apa dan disuruh kemana? Bagaimana kalau tidak bisa? Dan pemikiran lain.
.
Bagaimana membangun predictability tentang sekolah untuk anak yg baru akan masuk TK?
-BERMAIN role play sekolah-sekolahan di rumah
-Membacakan buku bergambar tentang sekolah dan akan berpisah sesaat kemudian dijemput kembali
-Mengunjungi sekolah untuk memberi tahu anak dimana tempatnya belajar, siapa gurunya, tempat ia bisa BAK/BAB, tempat main
-Beberapa hari menjelang hari pertama sekolah sudah mulai rutin mengingatkan bahwa ia akan sekolah dan nanti diantar hingga pintu, kemudian dadah, kemudian dia akan dijemput.
.
.
Psikolog Anak dan Remaja @devisani


Posted By

0 comments