Anak Takut Main di Playground

  • Suatu hari A seorang anak usia 3 tahun diajak pertama kalinya ke playground oleh ayah. Ayah berinisiatif menaikkan A ke sebuah ayunan yang aman untuk usia 3 tahun. Pikir ayah, “ayolah kita coba. Toh selama ini A selalu menolak bahkan menangis saat dinaikkan ke ayunan bayi”. Jangankan ayunan bayi, saat baru lahir dan ditimang-timang saja A langsung menangis dengan keras. Tidak seperti bayi lainnya, dulu A malah menangis saat ditimang-timang. Kadang ayah dan ibu merasa tak tahu lagi harus berbuat apa untuk menenangkannya saat ia tidur.
    .
    .
    Saat diajak ke playground pun, A tidak selalu senang. Bahkan ia lebih suka duduk dekat orangtuanya atau hanya berlari-lari di tanah. Begitu dinaikkan ke ayunan ia amat marah dan menangis berteriak. Ayah mengatakan “ayo gak apa-apa, coba dulu”. A meronta-ronta menolak untuk naik ayunan. A juga tidak mau untuk naik tangga terlebih dahulu untuk naik perosotan.
    .
    .
    A bisa jadi mengalami apa yang disebut dengan rasa tidak aman terkait gravitasi yang berhubungan dgn gangguan pada sensori vestibular (sensori yg mengatur keseimbangan tubuh). Sensor vestibular penting untuk membuat anak merasa aman akan keberadaan tubuhnya. Ketika ia dihadapkan pada permainan yang melibatkan mengangkat kakinya dari tanah, mengalami gerakan-gerakan yang tidak bisa ia kontrol, maka ia akan merasa tidak aman. .
    .
    Meskipun, pada usia-usia tertentu wajar jika anak mengalami takut pada gerakan-gerakan yg tidak bisa ia kontrol, tapi biasanya anak biasa akan bisa berani lebih cepat. Jika reaksi berlebihan berlangsung terus-menerus dan sudah merasa bahwa anak lain seusianya banyak yang berani sedangkam ia tidak, maka pemeriksaan lebih lanjut bisa dilakukan. .
    .
    Berikut beberapa tanda anak mengalami rasa tidak aman terkait gravitasi:
    👉🏻Cemas berlebih saat kaki terangkat dari tanah
    👉🏻Tidak suka kepalanya ada di bawah 👉🏻 Ketakutan berlebih pada ketinggian atau jatuh
    👉🏻Tidak tenang saat jalan si permukaan yg tidak rata atau tangga
    .
    .
    Anak-anak ini mengalami hal tersebut bukan karena pribadinya takut, tetapi karena gangguan sensori membuat otak menerima informasi bahwa kegiatan mengangkat kaki dari tanah adalah hal yang sangat berbahaya. Jadi di luar kendali mereka. Saat sekolah, terlihat anak-anak ini menghindari playground sekolah atau kegiatan menyenangkan lain bersama anak.
  • .
    .
    Hal di atas adalah salah satu penyebab anak menghindar main di playground. .
    .
    .
    Selamat bermain keluarga Indonesia,
    Psikolog Anak dan Remaja @devisani

Posted By

0 comments