Anak Siap Sekolah Perlu Kemampuan Menjalin Relasi

Panik ketika anak belum bisa baca tapi biasa saja ketika anak sering dianggap “menganggu” temannya di kelas.
Nah saya yakin orangtua belum tentu merasakan hal tersebut. Biasanya orangtua yang datang ke saya merasa panik akan kedua hal di atas. Namun masalah dirasa masalah ke2 lebih bingung untuk diatasi. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sebenarnya ada langkah-langkah untuk mengurangi dan mengatasi anak yang kemampuan relasinya belum baik, salah satu contohnya mungkin ia sering mengganggu anak lain di kelas.
.
.
Yang paling utama adalah kita pahami dulu mengapa anak itu sering mengganggu anak lain di kelas. Bisa jadi ia terlihat mengganggu tapi tidak bermaksud mengganggu lohh bunda-ayah. Ini berlaku untuk anak-anak yang memiliki masalah sensori. Misalnya saja pada anak dengan masalah sensori taktil atau sensori peraba. Karena masalah sensori taktil ini, anak A menjadi suka memegang semua benda, termasuk memegang semua temannya. Mengapa hal ini terjadi? Karena ada masalah sensori peraba yang ia alami. Hal ini membuat A jadi suka, amat suka, memegang semua hal.Tubuhnya seakan craving untuk menyentuh semua hal termasuk menyentuh baju temannya, tas temannya yang baru, atau menyentuh apa pun. Bagi anak lain atau guru yang tidak paham, tentu ini dianggap mengganggu. Bagi orangtua yang tidak paham, hal ini juga dianggap mengganggu. Padahal, A tidak bermaksud menganggu, tetapi something in his neurological process make him to do this.
.
.
Di atas adalah salah satu contoh kecil bagaimana sensori mempengaruhi perilaku. Untuk itu amat penting untuk mengetahui ciri sensori anak kita. 
.
Psikolog Anak @devisani


Posted By

0 comments