Anak Bosan Sekolah,Harus Bagaimana?

  • Ada beberapa ayah bunda yang berkonsultasi karena anaknya sudah mulai terlihat ogah ogahan ketika ke sekolah, padahal kala itu usianya baruu aja mau masuk TK. Dr beberapa keluarga, setelah saya gali, anaknya sudah masuk ke sekolah sejak dini, rata rata usia antara 2-3 tahun. Di beberapa kasus, ternyata masih ada sekolah yang sejak usia dini sudah menuntut anak untuk duduk tenang. Kegiatannya kebanyakan paper-pencil. Ada juga yang disisipkan dengan mengajarkan membaca dan menghitung 😭😭
    .
    .
    Dampak berjamaah apa yang terjadi? Rata rata saat masuk TK,anak sudah kehilangan minat untuk sekolah. Kita analogikan saja burung yang sharusnya bisa terbang lepas dan bebas kemudian ditarik masuk ke sangkar. Rasanya pasti sedih sekali ya 😢😢.. Begitu juga dgn anak. Anak usia pra sekolah punya tugas wajib yg harus dilaksanakan yaitu bermain. Jika kesempatan mereka untuk bermain direnggut, akan banyak dampak negatif yg muncul salah satunya menolak untuk sekolah.

    Sebenarnya bukan berarti ayahbunda/sekolah tidak perlumemberikan stimulasi untuk anak membaca dan berhitung,misalnya. Tapi smua pihak harus paham, kemampuan baca dan hitung ini ada prosesnya, tidak langsung tiba tiba anak diminta mengeja kata atau membaca kata. Misalnya untuk agar anak bisa baca nantinya, tahap pertama yg penting sebenarnya dgn membangkitkan minat anak pada buku dulu. Selanjutnya,saat anak sudah berminat dgn kegiatan baca,mulai dibacakan cerita agar ia mendengar bunyi gabungan huruf yang keluar dr sebuah kata. Selanjutnya anak mengasosiasikan antara "oh kalau bunyinya mmmm itu adalah huruf M, kalau bunyi maaaa ada huruf M dan A" dst Dan smua kgiatan "belajar" ini haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak, yaitu BERMAIN.

    Oleh krn itu, Ayahbunda harus jeli mengenal metode yg diterapkan sekolah. Apakah sekolah cukup paham jika anak sangat butuh bermain? Apakah aktivitas kelas dilakukan dgn cara menyenangkan? Apakah guru cukup memahami karakter anak usia pra sekolah? Dst 
    Ketika anak sudah mendapat kepuasan untuk bermain, mereka akan otomatis maju ke tahap selanjutnya.

  • Dan minat anak untuk menuju pendidikan selanjutnya tetap terpupuk.. Bermain tdk hanya dapat memberikan sumbangan thdp kemampuan kognitif atau kecerdasan anak tetapi jg juga pada aspek sosial emosional anak spt kepercayaan diri dan rasa berharga anak. 

  • Selamat "menuntaskan" tugas anak untuk bermain ya ayahbunda, 
  • Psikolog anak @belindagustya


Posted By

0 comments