EMOTION-COACHING

EMOTION-COACHING


Menjadi orang tua yang mencintai anak itu adalah hal utama, tapi tidak cukup untuk membesarkan anak yang mampu untuk meregulasi diri. Anak perlu bantuan orang tua menghadapi emosi yang ‘menantang’, seperti : cemburu, marah, dan takut.

Emotional intelligence dimulai dari kemampuan anak untuk menenangkan diri dari emosi negatif. Beberapa anak terlahir dengan kemampuan lebih untuk meregulasi diri. Namun semua orang tua memiliki pengaruh yang besar dalam membantu anak mengembangkan regulasi emosinya. Otak bayi akan mengembangkan jalur untuk menenangkan emosi negatif mereka setiap kali orang tua menenangkan mereka. Jadi dengan menenangkan bayi ketika mereka sedang mengalami emosi negatif, maka orang tua membantu anak untuk menguatkan kemampuannya di masa yang akan datang untuk menenangkan diri. Saat bayi bertambah umur, orang tua dapat membantu melanjutkan proses dengan acknowledge rasa sakitnya. Saat anak masih kesulitan menenangkan diri, orang tua bisa memeluk anak di lengan saat ia sedang sesenggukan, menarik nafas dan menghembuskannya bersama-sama, dst. Dan kemampuan paling penting dalam emotion-coaching adalah empati pada emosi anak.

Jika anak tidak merasa dimengerti, ia juga akan merasa tidak belajar untuk nyaman dengan emosi yang ia rasakan. Sebaliknya, jika ia merasa dimengerti, ia akan merasa dekat dengan orang tua, dan cenderung menerima batasan serta mau bekerjasama. Ia belajar emosi bukanlah hal yang berbahaya, ia memiliki pilihan untuk bertindak atas emosi yang ia miliki, sehingga ia akan cenderung mengembangkan kontrol diri.

Posted By

0 comments