Agar Anak Merasa Berharga Dan Mampu

Agar Anak Merasa Berharga Dan Mampu

RASA BERHARGA ANAK- Suatu hari anak saya yang punya sensory issue ini kesusahan untuk buka toples berisi figur mainan. Plus dia nangis minta tolong & bilang gak bisa. Dalam hati langsunglah saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini donk ya untuk waktunya belajar membuka toples. Sederhana banget yaa.

.

Saya ambil toples lain yang mirip lalu saya ajarkan dia cara membukanya langkah DEMI langkah dan perlahan. Mulai dari taruh toples diantara kaki >>taruh tangan melebar sambil mencengkram di atas toples>> putar ke arah kanan. Awalnya sih ia akan bilang “gak bisa mama aja”. Tapi saya sedikit ignoring dan langsung saja mencontohkan cara membuka dgn nada suara yg seru. Saya menahan sekuat tenaga untuk tidak mengucapkan “pasti bisalah kamu, ayo bisa bisa” mengapa? Karena anak saya tipenya kalau diomongin begitu malah langsung nyerah deh. Jadi kadang ada baiknya kita diam dan langsung contohin saja. Setelah dia berhasil langsung berikan LABELED PRAISE (minjem istilah dari Parent-Child Interaction Therapy, yg juga ada di konsep enlightening parenting dengan sebutan.. (apa ya saya agak lupa heheh). Intinya istilahnya beda2 tapi sama. Yaitu memuji akhklak anak secara spesifik tidak hanya good job,keren,pinter, tapi lebih seperti ini: “good job Abhi mau usaha sendiri buka toplesnya”, dll.

.

.

Perasaan ia mampu dan bisa melewati tantangan sederhana di kehidupan sehari-hari inilah yang lama-kelamaan bisa membuat ia membangun pandangan bahwa dirinya berharga,mampu dan bisa. Di mulai dari kebiasaan kecil sehari-hari dulu ya. Tidak mesti yang besarrrr seperti anakku menang lomba A, menang lomba B, dll. Tapi selalu dimulai dari bimbingan kita menemani dia melewati tantangan keseharian. Seperti contoh buka toples di atas. Bayangkan kalau di saat berharga itu saya langsung saja bukakan toplesnya. Wah hilanglah kesempatan belajar kami berdua. Jadi, dalam keseharian kita berinteraksi dengan anak perlahan demi perlahan kita ibarat memberikan “pancing”, tidak melulu langsung memberi “ikan”.

.

Psikolog Anak @devisani ,M.Psi,Psi

Posted By

0 comments