Tips Menahan Diri Dari Membentak Anak Saat Orantua Sedang Marah

Tips Menahan Diri Dari Membentak Anak Saat Orantua Sedang Marah


“IS YELLING THE NEW SPANKING?”

Dr.Markham (Oleh Psikolog Anak Devi Sani)

.

Rasanya kalau sedang kesaaaaalllllllll sekaliiii ingin ya membentak anak. Apalagi jika masalahnya sudah berkali-kali kita ajarkan. Rasanyaa ya Allaaahhh frustasiii dan dongkol dlm hati "kenapa sih anak ini gak mengerti kalau diajarkan". Namun disitulah ujian kita sebagai orangtua. Kita harus kuat

.

Salah satu hal yang bisa membuat saya bisa menahan membentak adalah mengingat-ingat perumpamaan dari Dr.Markham berikut bayangkan pasangan kita emosi sekali lalu membentak kita. Sekarang bayangkan ia lebih tinggi 3x lipat di atas kita. Bayangkan kita amat bergantung pd orang tsb, makanan, perlindungan, sumber cinta dan sumber info tentang dunia. Hayati perasaan tersebut. Itulah kira-kira yg anak rasakan saat kita membentak mereka.

.

Mendengar gambaran di atas saya berpikir “astagaaa rasanya pasti menakutkan bagi anak saya ya”. Ya betul, walaupun kemudian ada dari mereka terlihat tidak takut tapi sebenarnya mereka takut.

.

.

Lalu kemudian bagaimana jika sudah pernah bentak. It’s okay, don’t be too hard on yourself. Bahkan psikolog anak saja bukan orangtua yg sempurna. Nyatanya, tidak ada orangtua yang sempurna di dunia ini. Tapi kemudian kita sadar bahwa bentak itu salah setelah melakukannya dan meminta maaf, itu baru orangtua sejati. Kemudian berkomitmen tidak melakukannya lagi.

.

.

Nah di atas ada nih tipsnya utk menahan diri dari membentak anak. Semoga kita selalu dilindungi yaa dari membentak anak. Meskipun sulit jk sedang emosi2nya, tapi setidaknya kita bisa meminimalisir sekali dan mengeluarkan bentakan hanya pada hal-hal yg membahayakan anak. Ada yg mengatakan "Yelling is the new way of spanking", wah berarti sama aja dnk ya efek yg dirasakan anak antara kita pukul dengan kita bentak. Yuk sama2 mengurangi membentak. Mulai dr 2x sebulan sampai akhirnya hanya 3x dlm satu tahun. Ya Tuhan, kuatkanlah kita menjadi orangtua orangtua yg positif agar tidak meninggalkan luka yg terlalu dalam untuk anak kita hingga ia dewasa nanti.

Amiinn

Psikolog Anak @devisani ,M.Psi,Psikolog

Posted By

0 comments