SEKILAS TENTANG TIME-IN

SEKILAS TENTANG TIME-IN


Saat anak sedang berulah, rasanya ingin jauh-jauh dari anak sejenak tidak sih? Namun Laura Markham menyarankan hal sebaliknya, alih-alih menjauhi, orang tua sebaiknya mendekati anak. Ini disebut dengan istilah ‘time in’. Seperti ini kira-kira pemikirannya :

Saat anak memiliki hari yang buruk (misalnya saja : teman-temannya tidak mau diajak bermain mainan favoritnya, mama tidak memasakkan makanan kesukaannya, orang tua tidak sempat bermain dengannya sepulang kerja, dst), anak belum memiliki kemampuan untuk menjelaskan semua perasaan yang ia rasakan. Untuk mengatakan bahwa ‘AKU PUNYA HARI YANG BURUK, MA, PA’ adalah dengan tindakan. Misalnya saja dengan nangis, melempar barang, dst. Saat ia bertingkah, sebenarnya ia sedang meminta tolong dengan perasaan tidak menyenangkan yang ia alami namun tidak ia mengerti ini (oleh karena itu penting sejak dini mengenal emosi, agar anak lebih tahu apa yang ia rasakan dan bagaimana cara mengatasinya). Jika hal tersebut terjadi, maka sebenarnya yang anak butuhkan adalah KONEKSI kembali dengan orang tuanya, yang bisa didapatkan lewat time-in.

Time-in bisa dilakukan dengan mulai mengatakan (saat anak melempar gelas saat marah) ‘gelas bukan untuk dilempar. Kamu lagi mengalami hari yang buruk ya, sayang? Ayo kita berpelukan’. Lalu orang tua bisa memeluk anak. Setelah beberapa waktu, orang tua bisa menggelitik anak untuk membuat moodnya kembali positif. Dan nantinya ia akan siap untuk membantu Ayah Ibu untuk membereskan tumpahan dari gelasnya.

Saat time-in banyak sekali yang akan dipelajari anak, seperti : orang tuaku menerimaku apa adanya, meskipun aku sedang sulit dihandle sekalipun; ternyata ortuku sayang padaku, aku gak semestinya melempar gelas saat marah, karena mereka akan selalu ada untuk mendengarkan & membantuku; dst. Memang setelah time-in, tetap ada hal-hal lain yang sebaiknya dilakukan orang tua, seperti mengenalkan emosi pada anak, berdiskusi apa yang sebaiknya dilakukan saat marah, dst.

Bisa diibaratkan TIME-IN seperti P3K saat kita terluka. Hal yang sebaiknya dilakukan pertama saat anak berulah. Apa Ayah Ibu ingin menerapkan TIME-IN pada si kecil?

Salam,

Devi Raissa, M.Psi., Psikolog

Posted By

0 comments