Apakah Proses Sensory Pada Anak Itu?



Saat mendengar kata sensori kebanyakan kita akan terbayang sensory play yang seperti bermain sliem, pasir, beras atau waterbeads padahal sensori jauh lebih luas. Sensori sensiri secara mudahnya bisa diartikan indera. Ternyata sensori kita ada 7 loh bukan 5, yaitu penglihatan, pendengeran, pengecap, pembau, peraba (tactile), vestibular (body motion, dan proprioseptif (pergerakan dan posisi tubuh). . .

Nah yang jarang orangtua pahami sebenarnya jika ada pada gangguan dengan sensori ini, anak bisa menunjukkan perilaku yang dianggap negatif. Misalnya nih, anak yang amat sensitif dengan sensor pendengarannya. Ketika diacara keluarga, anak tidak mau keluar kamar dan sendirian saja sepanjang acara. Dicap oleh orangtuanya, pemalu atau tidak bisa berteman. Padahal sensor pendengarannya amat sensitif, hal ini membuatnya pusing atau cemas saat harus mendengar suara orang banyak berbicara bersamaan.




.

Jika saja orangtua tahu sejak awal bahwa ada sensori anak ini ada yang tidak seimbang terutama sensor pendengaran, tentu sang anak tidak akan dicap pemalu atau tidak bisa berteman. Ingatlah bahwa semua perilaku anak juga dipengaruhi oleh sensorinya, bukan hanya kemampuan parenting orangtuanya. . Oh iya, kalau mau cek sensori anak, di klinik kita bisa ya.Telpon saja admin kami dengan nomer di bio dan bilang mau konsul sensori anak.

.

Lanjut ceritanya yuk di komen tentang anak dan orangtua yang disalahpahami “nakal” padahal dia ada gangguan sensori dan orangtua dicap tidak bisa mendidik anak. . .

.

Sensori oleh Psikolog Anak Devi Sani.

Posted By

0 comments