VARIASI TEKNIK BERCERITA UNTUK STIMULASI BAHASA BATITA (TEKNIK 2)

VARIASI TEKNIK BERCERITA UNTUK STIMULASI BAHASA BATITA (TEKNIK 2)


Anak saya mengalami keterlambatan bicara dan bahasa. Sewaktu usianya menginjak 2 tahun, ia baru bisa mengatakan satu kata, yaitu “pepe” untuk menggambarkan “tempe” makanan kesukaannya. Hal ini membuat saya belajar lebih dalam mengenai keterlambatan bahasa dan bicara pada anak. Saya jadi tahu bahwa tidak semua masalah bicara dan bahasa pada anak bisa dikatakan speech delay karena banyak sekali klien/pasien datang langsung memberi label pada anaknya bahwa sang anak speech delay, padahal belum tentu.



Keterlambatan anak saya tersebut pun dipengaruhi oleh masalah sensori serta masalah refleksnya ketika ia bayi yang belum terintegrasi dengan baik hingga sekarang. Hal ini menyebabkan anak saya perlu ikut terapi Sensori Integrasi dan terapi Reflex Integration karena masalah bicara dan bahasa pada anak saya dipengaruhi dua hal tsbt. Sehingga jika anak dicurigai terlambat bicara dan bahasanya, seringkali tidak hanya terapi wicara intervensinya. Tergantung kebutuhan anak dan tergantung ketajaman ahli yang memeriksa anak tersebut.



Satu hal yang pernah saya lakukan dan ternyata juga ditulia dalam buku “Small Talk” untuk menstimulasi bahasa anak saya adalah dengan teknik menunjukkan sebuah foto yang anak kenali dan mengajak anak membicarakan mengenai foto tersebut. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan secara perlahan serta menunggu jawabannya dgn sabar adalah:

1. Siapa yang di foto?

2. Ini lagi dimana?

3. Selanjutnya kita ngapain ya? Dll.



Pertanyaan-pertanyaan tentu diajukan untuk menstimulasi anak yang kira-kira sudah lumayan muncul kemampuan berbahasanya sedikit-sedikit atau sudah mulai bisa cerita sedikit-sedikit untuk kemudian makin memperlancar lagi. Atau kira-kira anak usia 2-3 tahun tanpa ada keterlambatan. Teknik di atas kurang pas untuk anak yang masih baru menguasai 1-2 kata ya Bunda-Ayah.



Nah jadi perlu juga ya kita mencetak 1-2 foto liburan bersama anak agar anak tidak lihat dari hp kita yang kemudian berujung dia mengambil hp kita untuk dimainkan. Hehe



Selamat #bermain bunda-ayah sambil lihat-lihat foto liburan.

Psikolog Anak Devi Sani.

Posted By

0 comments