VARIASI TEKNIK BERCERITA UNTUK STIMULASI BAHASA BATITA (TEKNIK 1)

VARIASI TEKNIK BERCERITA UNTUK STIMULASI BAHASA BATITA (TEKNIK 1)


“First of all, your children must listen to you retell stories over and over again, and learn a framework, to be able to retell her story”- Nicola Lathey dan Travey Blake (Terapis Wicara).



Dari kutipan di atas kita jadi paham bahwa penting pula untuk menceritakan suatu hal pada anak untuk membantu anak membangun kerangkan berpikir dalam dirinya sendiri. Jika ia sudah punya kerangka berpikir, akan mudah untuk bercerita atau berbahasa.



Saya akan membagikan teknik pertama dari Terapis Wicara di atas tentang cara membangun kerangka berpikir anak untuk anak usia batita. Teknik ini disebut Teknik “awal, tengah, akhir” , yaitu kita menggunakan “awal, tengah, akhir” saat menceritakn sesuatu pada anak. Contohnya: “Pertama, adek mama anter sampai kelas. Terus nanti kita pelukan dan dadah (berpisah). Lalu pas pulang nanti mama jemput di depan pagar sekolah”. Kita bisa memakai format yang sama untuk menceritakan tentang cara membuat sesuatu atau apa yang akan terjadi waktu kita pergi suatu tempat. Tentunya hindari terlalu panjang ya untuk batita. Tiga hingga empat urutan saja.



Dengan kita terbiasa menceritakan bahwa segala sesuatu itu ada prosesnya, batita kita jadi bisa membentuk urutan-urutan di kepalanya. Jika ia sudah bisa merunut suatu pengalamannya, ia akan lebih mudah “memproduksi” cerita/ bahasanya. Terlebih lagi jika saat kita bercetia dilakukan dengan #bermain . Wah anak-anak akan semakin ingat. Ingatlah informasi yang diberikan dengan memberikan emosi yang positif akan lebih mudah diingat oleh anak dan lebih tahan lama ingatnya dibandingkan informasi yang tidak ada unsur emosinya.



Selamat mencoba ya Bunda-Ayah,

Psikolog Anak Devi Sani

Posted By

0 comments