Saat Bayi Belajar

Saat Bayi Belajar

Sering tidak kita melihat bayi menjatuhkan sesuatu berulang-ulang. Misalnya menjatuhkan sendok saat baru belajar makan sendiri. Sudah diambil oleh ibunya, eh dijatuhkan lagi. Kemudian diambilkan lagi, lalu dijatuhkan lagi. Seringkali kita berkomentar bahwa bayinya sengaja atau jahil atau kecil-kecil sudah mau "ngerjain" orangtuanya. Bahkan tidak jarang hal ini membuat orangtua jadi marah.

Padahal ada proses yang terjadi ketika bayi berulang kali menjatuhkan sendok tersebut. Pertama kali ia menjatuhkan sendok, bayi amaze akan dua hal. Pertama dia amaze, saat sendoknya ia jatuhkan, ada bunyi sendok terjatuh. Di sini bayi mulai "proses belajarnya". Saat sesuatu dijatuhkan, benda yang jatuh itu bisa berbunyi. Kedua, saat sendoknya ia jatuhkan, ibu atau ayahnya memunculkan reaksi "khusus" padanya bisa suara kaget orangtuanya, atau nada suara lain yang tidak biasa ia dengan saat suasana biasa saja. Di sini , bayi juga memulai "proses belajar" selanjutnya. Bayi berpikir "saat aku menjatuhkan sesuatu, terjadi reaksi lain dari orangtuaku". Maka bayi coba terus mengulangnya untuk melihat sekaligus membuktikan bahwa ia bisa membuat sesuatu terjadi (sendok berbunyi atau nada suara orang tua menjadi kaget).

Perasaan bagi bayi bahwa ia bisa menyebabkan sesuatu terjadi dan bereaksi ini amat penting ia rasakan. Jika menyenangkan bagi bayi, ia akan mengulangnya terus. Begitulah proses belajar bayi. Dari hal sederhana sekali, bayi sudah bisa banyak belajar.

Jadi sekarang tidak perlu marah-marah lagi ya kalau bayi menjatuhkan barang berulang-ulang, karena sebenarnya ia sedang belajar.


Selamat bermain keluarga Indonesia,
Devi Sani,M.Psi,Psikolog

Posted By

0 comments