Harga “Real Interaction” Dengan Orang Tua

Harga “Real Interaction” Dengan Orang Tua

Ada 1 perbedaan besar antara masa kecil saya dengan masa kecil anak saya sekarang yaitu GADGET & MEDSOS. ____ Waktu kecil, saya tumbuh tanpa gadget. Keseharian saya didominasi real interaction bersama ibu,kakak dan teman-teman kompleks. Real intercation yang saya maksud di sini adalah saling menanggapi saat bermain, tertawa bersama (bagian yang paling memorable),obrolan panjang, ketawa-ketiwi, tukar pikiran. Kalau saya lagi jalan-jalan ke SENEN (dulu pasar SENEN ibarat Mall lohhh)..saya selalu memperhatikan anak yang bermain mobil koin ditanggapi dengan wajah excited ibu atau ayah disampingnya yang bilang “wah goyang2 ya mobilnya”. Ada real interaction di situ. ___ Sekarang beda zamannya. Kalau sedang ke mall, pemandang yang sering saya lihat bahkan saya pun kadang melakukannya (????) adalah anaknya main mobil koin goyang, orangtua main hp. Atau anak & orang tua main hp. Saya tidak menyalahkan orang tua di sini (peace bapak-ibu????). Tapi saya hanya ingin berbagi pemikiran bahwa real interaction makin lama makin mahal harganya. — Zaman dahulu amat mudah mendapatkan real interaction karena distraksi orangtua paling hanya hujan,cucian belum diangkat????. Sekarang, distraksi bertambah dengan medsos. Namun kehadiran gadget tak bisa dibendung. Kita hanya bisa bisa terus mengingatkan diri bahwa anak BUTUH real interaction (sentuhan,tatapan mata,rasa puas saat ketawa bersama) yang porsinya lebih dari main sendiri. Itulah yang membuat mereka merasa dicintai (plus terstimulasi kecerdasan termasuk bahasanya). Kalau seseorang merasa dicintai, dia tidak akan tumbuh jadi orang jahat. (Ingat kan villains di film superhero itu jahat biasanya karena merasa kurang dicintai dari kecil????) __ Oleh karena itu, sekarang kami amat mengedepankan pentingnya #playtherapy bersama orangtua melalui bimbingan terapis kami di klinik. Agar anak-anak bisa merasakan real interaction itu. Agar orangtua bisa mengingat lagi indahnya real interaction mereka waktu kecil dan “mewariskan” ini ke anak mereka. Agar orang tua bisa pause sejanak dan melakukan real interaction di tengah dunia yang bergerak cepat ini. Agar anak kita merasa dicintai.


Psikolog Anak Devi Sani,M.Psi,Psi

Posted By

0 comments