Fondasi Bayi Belajar Berkomunikasi

Fondasi Bayi Belajar Berkomunikasi



Dari mana seorang anak belajar berkomunikasi? Jawabannya adalah early experieces atau pengalaman di bulan-bulan awal masa kehidupan bayi bersama orangtuanya. Dr.Greenspan, profesor psikiater, banyak mengobsevasi bahwa anak-anak yang tidak mendapat manfaat dari interaksi dengan orangtua di masa awal-awal kehidupannya memiliki masalah dalam menjalin pertemanan, apalagi bernegosiasi.

Pertanyaanya kemudian adalah pengalaman yang seperti apa? Pengalaman yang memiliki unsur emosi di dalamnya. Pengalaman interaksi yang memiliki unsur emosi membuat anak bisa jadi lebih paham akan sesuatu hal termasuk paham akan bahasa dan komunikasi.
Contohnya, pengalaman apa yang paling kita ingat dalam hidup? Pasti jawabannya adalah pengalaman-pengalaman yang paling menyenangkan, menenangkan atau menyakitkan. Pengalaman yang paling banyak unsur emosinyalah yang paling kita ingat.

Begitu juga dengan bayi, jika kita hanya berinteraksi secara datar sajaaa, hanya dengan menunjukkan kartu-kartu dan nama gambar dengan datar tentu tidak akan “diingat” oleh bayi. Sebagai contoh “Ini sapi...ini kucing...kursi...meja...balon”. Beda jika kita menunjukkan suatu benda sambil tersenyum dan berkata dengan intonasi suara yang lembut atau variatif seperti “Wooow, ini apa yaa nak, ini kucing,meeeonggg! Mama sukaaa kucing”.

Jadi interaksi emosional inilah yang membuat bayi awalnya belajar komunikasi dan kata-kata. Kata-kata yang diajarkan dibuat lebih bermakna oleh orangtua. Misalnya kata apel, diajarkan pd bayi tidak hanya dengan mengatakan apel merah saja tapi bayi akan lebih ingat jika kita memintanya memakan apel itu atau memintanya sharing apel dengan kita.
—�
Yuk mulai berinteraksi dengan emosi kita
Psikolog Anak Devi Sani
Sumber: BUILDING HEALTHY MINDS-S.Greenspan

Posted By

0 comments