Cara Memperlakukan Bayi Dengan Baik

Cara Memperlakukan Bayi Dengan Baik

Sewaktu kecil, saya senang sekali saat lebaran karena pasti dapat THR, sampai punya tas khusus THR. Tapi sejak kuliah S1, respon tante-tante tidak lagi memberikan THR. Begitu terus-menerus, tahun ke-1 kuliah, ke-2 juga nihil THR????. Tahun ke-3 saya pun benar-benar berhenti berharap dan tidak bawa tas lagi saat silahturahim lebaran.

Sama dengan bayi. Jika orangtua selalu berespon hangat pada tangisan bayi, bayi akan ngeh "Kalau aku nangis, mama akan memeluk aku pelan-pelan", "kalau mama pake jilbab, artinya aku sebentar lagi akan keluar,mencium bau udara segar", dan kebiasaan-kebiasaan lain. Di sini bayi membentuk ekspektasi pada orangtuanya. Artinya, bayi punya harapan "oh mamaku akan begini", "oh papaku akan begini" dari kebiasaan orangtua memperlakukannya sehari-hari.

Jika orangtua terbiasa memperlakukan bayi dengan cuek. Setiap bayi nangis, bayi tersebut diabaikan bahkan dielus pun tidak, maka bayi akan membangun pemikiran awal yang fatal yaitu "tidak ada orang yang secara emosional hadir untuk membantu aku memproses perasaan aku atau untuk menenangkan di saat aku butuh, dengan kata lain tidak ada yang membantu bayi meregulasi emosinya sehinnga bayi kembali membaik perasaannya.

Cara Memperlakukan Bayi Dengan Baik
Pentingnya lagi, pemikiran ini dibawa sampai dewasa oleh bayi secara tidak sadar. Seperti otaknya "dicap" untuk ingat terus. Semuanya "tertanam" secara tidak sadar di otak bayi pada masa awal-awal kehidupan bayi tentang gambaran bagaimana seharusnya orang lain memperlakukan dia atau bagaimana seharusnya orang itu bersikap pada dirinya.

Untuk bayi yang sering diabaikan, ia akan tumbuh besar merasa INSECURE, contoh pemikirannya:"saya memang pantas gak diperdulikan", "manusia itu gak boleh punya perasaan", "perasaan itu harus disembunyikan","saya gak pantes diperlakukan baik","saya takut mau percaya org lain",dsb.

Untuk bayi dengan orangtua yang lebih sering menenangkan bayi saat bayi sedang menangis, ia akan tumbuh besar dengan merasa: "it's okay to trust people, some people may be bad, but some people also kind", "saya tidak pantas diperlakukan jahat, I deserved to be happy and to be loved", "feelings is part of human",, "feelings is part of human", "saat saya sedih, gak apa-apa untuk sedih, saya yakin saya bisa melewati ini semua", "ada yang peduli dengan perasaan saya".


Secara tidak sadar kita semua membawa pemikiran ini hingga dewasa dan ini terbentuk dari sejak bagaimana kita diperlakukan waktu bayi. Kita bisa cek dari cara kita berelasi dengan pasangan kita. Kadang kalau kita susah move on padahal pasangan sudah sering menyakiti bahkan memukuli, itu insecure. Kita merasa "pantas" dalam hubungan yang tidak sehat ini. Itu salah satu contohnya.

Salam hangat, Devi Sani,M.Psi,Psikolog

Posted By

0 comments