Rewel Bisa Disebabkan Karena Rindu Rahim Ibu

Rewel Bisa Disebabkan Karena Rindu Rahim Ibu
Bayangkan jika kita terbiasa hidup di desa yang tenang dan damai. Suara-suara yang biasa didengar adalah bunyi binatang atau desiran angin. Tiba-tiba, kita harus pindah ke kota metropolitan. Dimanapun melangkah, isinya orang semua. Belum lagi ada berbagai suara yang kita tidak kenal sebelumnya. Suara mobil, suara klakson bus, suara orang-orang yang berbincang di sekitar kita. Wiiiih. Rasanya saat pertama kali pindah, mungkin kita bingung, takut, atau marah. Mungkin pada akhirnya kita akan terbiasa & berbaur dengan kehidupan kota. Namun di awal, ada saatnya kita perlu adaptasi. Membiasakan jiwa dan raga dengan kehidupan yang berbeda sekali dengan sebelumnya. Kangen dengan kehidupan di desa, sesekali.
Nah gambaran itu kira-kira yang dialami anak bayi. Selama kurang lebih 9 bulan, ia hidup dalam ketenangan di dalam rahim ibu. Semuanya tenang dan tercukupi. Begitu lahir, ia menemukan dunia yang berbeda sekali dengan yang ia hadapi di dalam rahim. Mungkin ia tidak suka, tidak nyaman, & belum terbiasa dengan dunia ini, menumpahkan hal tersebut dalam bentuk tangisan atau kerewelan. Nangis gelisah. Kangen dengan rahim ibu. Ingin kembali ke dalam rahim yang hangat dan tenang.
Nah saat inilah orang tua berperan penting. Memberikan kenyamanan & ketenangan. Lewat pelukan memberikan rasa nyaman bahwa tenang saja walau anak tidak bisa kembali ke rahim, tapi ia bisa juga kok hidup di dunia dengan penuh ketenangan. Di dalam dekapan ibu & ayahnya.
Jika hal tersebut dilakukan, tentu akan baik untuk perkembangan emosi anak. Anak akan sedikit demi sedikit belajar bahwa kejadian tidak menyenangkan (dunia yang bising) bisa diatasi kok, dengan bantuan ayah ibunya. Ia belajar menenangkan diri, & hal ini membantunya untuk menjadi pribadi yang lebih mampu mengatur emosi di kemudian hari. Ia mengalami sendiri bagaimana menyenangkannya ditenangkan saat emosi sedang tinggi, saat sedang rewel. Sehingga nantinya ia mampu belajar menenangkan diri saat ada situasi-situasi yang tidak menyenangkan.
Yuk bantu anak mengatur emosi dengan menenangkan saat ia rewel, sedari bayi ❤️ .

Salam,
Devi Raissa, M.Psi., Psikolog

Posted By

0 comments