Apa itu Theraplay?

Theraplay adalah salah satu terapi bermain berstruktur (karena aktivitas nantinya akan dipimpin oleh orangtua) yang prinsipnya didasarkan pada teori kelekatan (attachment theory) yang bertujuan mendekatkan hubungan emosional antara anak dan orangtua melalui aktivitas bermain yang menyenangkan. Anak akan diajak untuk mengalami kembali pengalaman menyenangkan seperti mereka bayi dimana semua kebutuhan emosional dipenuhi oleh orangtua dengan optimal. Nantinya diharapkan akan terjadi perubahan pola pikir dalam diri anak bahwa ia adalah seorang anak yang berharga dan berhak dicintai oleh orang lain.

Theraplay ditujukan untuk anak- anak dari usia 18 bulan hingga 12 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan kepada anak usia remaja dengan sedikit modifikasi pada aktivitas bermain. Terapi ini efektif menangani anak dengan:

  • masalah perilaku, baik yang internalizing (menarik diri, depresi, cemas, atau pemalu) maupun externalizing (acting out, pemarah, atau senang menentang arahan).
  • keluarga dengan anak adopsi dan bagi orangtua yang ingin berusaha memenuhi kebutuhan emosional untuk anak yang mengalami trauma karena fokus dari terapi ini adalah membentuk ikatan emosional yang kuat antara anak dan orangtua.

Bagaimana theraplay dilakukan?

Sesi terapi akan berlangsung selama 9 – 12 sesi, tergantung pada progress yang ditampilkan oleh anak maupun orangtua. Dalam pelaksanaan terapi, terapis akan memandu orangtua dan anak melakukan aktivitas bermain bersama-sama yang dipenuhi dengan nuansa playful, di sisi lain memberikan tantangan dalam konteks bermain untuk anak diselingi aktivitas yang bersifat nurturing. Aktivitas bermain dalam theraplay terdiri dari komponen-komponen yang idealnya terbentuk di dalam hubungan orangtua dan anak: structure, engagement, nurture, dan challenge. Dengan interaksi yang terjalin, orangtua diharapkan dapat memahami kebutuhan emosional anak yang biasanya anak sampaikan melalui komunikasi non-verbal.

Orangtua akan dilibatkan pada sesi pertengahan dimana sebelumnya diberikan kesempatan untuk mengobservasi interaksi yang terjalin antara anak dan terapis ketika melakukan aktivitas bermain. Orang dewasa sebagai pemimpin dari aktivitas bermain karena dalam terapi ini ingin membentuk pandangan bahwa orangtua dapat jadi figur yang mampu memberikan rasa aman bagi anak sehingga anak dapat mengandalkan orangtua. Hubungan keduanya menjadi lebih harmonis dan munculnya masalah perilaku pada anak dapat diminimalisir.

Apa yang menjadikan terapi ini berhasil?

Sebelum pelaksanaan terapi, terapis akan melakukan observasi yang terstandarisasi terlebih dahulu sehingga terapis tahu betul kebutuhan psikologis apa yang harus dipenuhi kepada anak pada proses terapi nanti. Terapi menjadi tepat sasaran dan perubahan dapat terukur dengan konkrit karena observasi akan dilakukan kembali setelah terapi dilakukan.

Terapi ini didasari oleh teori perkembangan yang jelas yaitu attachment theory sehingga semua gangguan yang disebabkan oleh hubungan emosional yang kurang baik antara anak dan orangtua dapat diatasi secara optimal

Keterlibatan orangtua dalam sesi terapi menjadikan interaksi menyenangkan yang terjalin bukan terfokus pada anak dan terapis tetapi kepada orangtua dan anak sehingga perilaku anak yang diharapkan tetap dapat bertahan ketika kembali pada setting sehari-hari.

Penelitian mengenai efektivitas terapi sudah dilakukan terhadap anak-anak yang menunjukkan masalah perilaku internalizing maupun externalizing di beberapa negara dimana masalah perilaku mengalami penurunan sebesar 50% dibandingkan sebelum dilakukan terapi.

sumber: www.theraplay.org